Padang, PilarbangsaNews
Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa kental dalam gelaran halal bihalal Keluarga perantau Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Gonjong Limo di Kota Padang. Di tengah nuansa silaturahmi yang sarat makna itu, hadir Wakil Gubernur Sumatera Barat,
Vasco Ruseimy, Bupati Safni Sikumbang, Walikota Payakumbuh Zulmaeta, serta tuan rumah Walikota Padang Fadly Amran.
Momentum ini tak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjelma menjadi ruang akademis untuk menyatukan gagasan demi kemajuan kampung halaman. Sejumlah tokoh akademisi Sumatera Barat yang berasal dari Limapuluh Kota tampak hadir pada momen “Bakumpua Basamo” itu, diantaranya Rektor Unand, Efa Yonnedi, Mantan Rektor UNP Ganefri serta sejumlah guru besar lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Safni menyampaikan pesan yang lugas dan penuh harapan kepada para perantau, khususnya mereka yang berkecimpung di dunia akademik.
Dengan nada tegas, Bupati menekankan bahwa Limapuluh Kota membutuhkan lebih dari sekadar dukungan moral dari para perantau.
“Kami membutuhkan kontribusi nyata dalam bentuk ide, pemikiran, dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan. Banyak cadiak pandai kita di rantau, profesor, dosen, peneliti, dan praktisi hebat. Jangan biarkan potensi itu hanya menjadi kebanggaan semata. Kami butuh sentuhan pemikiran strategis dari dunsanak semua untuk mendorong percepatan pembangunan Lima Puluh Kota,” tegasnya.
Ia juga menggaris bawahi bahwa pembangunan hari ini menuntut pendekatan yang lebih modern, berbasis data, riset, dan teknologi. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi dinilai menjadi kunci untuk melahirkan kebijakan yang lebih terarah dan berdampak.
“Sudah saatnya kita beralih dari pola lama. Jangan biarkan kampung halaman berjalan sendiri. Mari hadir dengan gagasan, dengan konsep, bahkan dengan kritik yang membangun. Kami di pemerintah daerah sangat terbuka untuk itu,” lanjutnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy dalam sambutannya turut mengapresiasi kekompakan perantau Lima Puluh Kota yang tetap menjaga hubungan erat dengan kampung halaman. Ia menilai, kekuatan perantau Minangkabau, khususnya dari Lima Puluh Kota, selama ini telah terbukti menjadi motor penggerak kemajuan di berbagai sektor di Sumatera Barat.
“Perantau Minang itu kuat karena jaringannya, karena solidaritasnya, dan karena semangat untuk kembali membangun kampung. Kalau perantau Gonjong Limo kompak, selesai itu pembangunan Sumatera Barat,” sanjung Wagub Vasco. (wba)












