Padang, PilarbangsaNews
Dinas Kesehatan Kota Padang terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu langkah strategis yang mereka lakukan adalah mengevaluasi hasil akreditasi Puskesmas secara berkala. Evaluasi ini menjadi agenda tahunan yang penting untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi dari surveyor akreditasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil akreditasi yang telah dilaksanakan pada 2023.
Selama 2023, Dinas Kesehatan menilai 24 Puskesmas di Kota Padang. Dari hasil penilaian tersebut, 21 Puskesmas berhasil meraih akreditasi paripurna. Selain itu, dua Puskesmas memperoleh akreditasi utama, dan satu lainnya meraih akreditasi madya.
“Alhamdulillah, sebagian besar Puskesmas meraih hasil maksimal. Namun, tetap ada catatan perbaikan yang harus segera ditindaklanjuti,” ujar dr. Srikurnia saat membuka rapat evaluasi Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) di Aula Dinas Kesehatan Padang, Kamis (8/5/2024).
Fokus pada Tindak Lanjut Rekomendasi
Dr. Srikurnia menegaskan bahwa mempertahankan status akreditasi paripurna membutuhkan kerja keras. Ia menyoroti pentingnya menindaklanjuti rekomendasi surveyor sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan.
“Setiap akreditasi pasti menghasilkan catatan. Catatan tersebut harus menjadi dasar dalam merumuskan perbaikan strategis ke depan,” jelasnya lebih lanjut.
Selain mempertahankan akreditasi, dr. Srikurnia menekankan pentingnya peningkatan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyebut bahwa nilai akreditasi tidak boleh menjadi sekadar capaian administratif.
“Surveyor menilai, apakah akreditasi berdampak pada mutu pelayanan. Untuk itu, kita harus membuat akreditasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Melalui rapat PPS, Dinas Kesehatan menyusun langkah strategis berdasarkan evaluasi menyeluruh. Dengan perencanaan yang tepat, mereka berharap pelayanan kesehatan di Puskesmas semakin merata dan optimal.
“Kita ingin menjadikan akreditasi sebagai alat perubahan, bukan hanya angka di atas kertas. Mutu pelayanan harus menjadi prioritas utama,” tegas dr. Srikurnia.
Dinas Kesehatan Kota Padang berkomitmen menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Evaluasi berkala, tindak lanjut akreditasi, dan perencanaan strategis menjadi bukti komitmen tersebut. Mereka menargetkan pelayanan yang tidak hanya sesuai standar, tetapi juga mampu memenuhi harapan masyarakat. (Gilang)













