Web Hosting
Web Hosting
Berita

Sekda Sumbar Dorong Optimalisasi Pendekatan Klaster untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana

37
×

Sekda Sumbar Dorong Optimalisasi Pendekatan Klaster untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/04/2026).

 

 

Arry Yuswandi menekankan kompleksitas bencana yang kerap terjadi di Sumbar menuntut adanya pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif antar seluruh pemangku kepentingan.

 

Ia mengingatkan kembali besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 sebagai pelajaran penting bagi semua pihak.

 

“Bencana tersebut menimbulkan dampak signifikan, baik korban jiwa, pengungsian, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Tercatat 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang hilang, dan lebih dari 10 ribu masyarakat harus mengungsi,” ungkapnya.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.

 

Sejalan dengan kebijakan nasional, pemerintah daerah mendorong penerapan pendekatan klaster dalam penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan oleh BNPB. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antar pemangku kepentingan, baik pada fase pra bencana, tanggap darurat, maupun pascabencana.

 

Namun demikian, Arry Yuswandi mengakui implementasi pendekatan klaster di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum optimalnya fungsi klaster yang telah terbentuk, belum jelasnya pembagian peran, serta belum terbangunnya mekanisme koordinasi yang terpadu.

 

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat pemahaman bersama, membangun koordinasi lintas sektor yang lebih solid, serta menyusun rencana aksi yang benar-benar implementatif dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis pemerintah provinsi dalam mengorkestrasi sinergi antar pihak, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah penanggulangan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran.

 

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar menyambut baik inisiatif kolaboratif yang dihadirkan dalam kegiatan ini, termasuk peran aktif Sumbar Pulih bersama Yayasan Plan International Indonesia. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan dinilai menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.

 

Ia berharap, melalui forum ini dapat dihasilkan struktur koordinasi klaster yang jelas dan efektif, pembagian peran yang tegas antar pihak, serta rencana aksi yang terarah dan berkelanjutan.

 

“Lebih dari itu, kita berharap pendekatan klaster ini benar-benar menjadi bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana di Sumatera Barat,” tambahnya.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar beserta jajaran, pimpinan Yayasan Plan International Indonesia, pimpinan Platform Sumbar Pulih, BPBD kabupaten/kota, unsur OPD, TNI/Polri, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, relawan kebencanaan, serta para narasumber dan fasilitator. (adpsb)