Padang, PilarbangsaNews
Sebanyak 55 orang tamatan Akademi Refraksi Optisi (ARO) dibawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Tenaga Kesehatan (YLPTK) Sumatera Barat di Kota Padang, resmi diwisuda Kamis (29/10/2026) di The ZHM Premiere, Padang. Dengan demikian, para lulusan yang masih langka dan sangat dibutuhkan pasar kerja itu berhak menyandang gelar Amd.Kes.
Prosesi pemindahan jambul tanda wisuda dilakukan langsung oleh Direktur ARO Dr. Alvia Wesnita, A.Md.RO., SE., M.Pd disaksikan para orang tua, civitas akademika dan tamu undangan lainnya.
Wisuda yang berlangsung meriah juga dihadiri pendiri dan pembina YLPTK Sumbar yakni H. Rustam Effendi, SH dan H. Ferisal Ramli, SE. Acara juga diselingi dengan tari pasambahan dan tari piring diatas kaca. Tidak kalah menariknya solo song oleh dua wisudawati yang dipersembahkan khusus kepada orang tua wisudawan yang sangat berjasa dalam mengasuh, menbesarkan serta mendidik, hingga mereka bisa diwisuda hari ini.
Rasa Syukur dan Kampus Baru
Ketua Pengurus YLPTK ARO Padang Dr. Amril Amir, M.Pd Dt. Lelo Basa dalam sambutannya menjelaskan cikal bakal yayasan pendidikan ini.
Yayasan LPTKSB berdiri pada tahun 1990. Dalam perjalanan awalnya, yayasan mengupayakan pendirian Akademi Refraksi Optisi YLPTK, yang mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 1991-1992 sebanyak 45 orang.
“Sejak saat itu, institusi ini terus menjalankan amanah pendidikan vokasi di bidang optometri dan berupaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap tenaga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan optometri/perkacamataan,” jelas Amril Amir, yang juga Ketua Harian LKAAM Provinsi Sumatera Barat.
Ketua Pengurus YLPTK Sumbar Dr. Amril Amir, M.Pd Dt. Lelo Basa menyerahkan ijazah kepada salah seorang wisudawati ARO YLPTK Padang
Perguruan tinggi kesehatan optometri ini masih langka, baik institusinya maupun lulusannya. Untuk Sumatera hanya ada tiga akademi serupa, yaitu di Medan, Palembang dan ARO YLPTK Sumbar di Kota Padang.
Menurut Dr. Amril Amir, M.Pd yang juga Dosen UNP ini tidak menampik bahwa semua keberhasilan ARO YLTPK Sumbar tersebut merupakan hasil kerja dari banyak pihak, diantaranya para pendiri, pengurus yayasan dari masa ke masa, pimpinan akademi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, orang tua, pemerintah, organisasi profesi, serta mitra praktik.
Untuk itu, Dr. Amril Amir, M.Pd Dt. Lelo Basa menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ARO YLPTK ini.
“Sungguh kami bersyukur atas berbagai perkembangan yang telah dicapai, termasuk pemanfaatan kampus baru di Jalan Anak Air, Padang, penguatan sarana pembelajaran, pengembangan penerimaan mahasiswa melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta capaian akreditasi program studi dan institusi yang hasilnya Baik Sekali. Namun capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan amanah untuk terus meningkatkan mutu,” tegasnya.
Dalam kondisi terkini, tenaga ahli optisi/optometri masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan. Bila merujuk kepada Permenkes nomor 41 tahun 2015 maka tenaga ahli optisi/optometri diperlukan untuk rumah sakit mata/ Puskesmas dan optik. Rasio sekarang jumlah Puskesmas ada 10.300 buah, optik sebanyak 12.000, sedangkan lulusan RO/Optometris diperkirakan baru sekitar 8.600 orang. Artinya masih minus sekitar 12. 300 tenaga lulusan ARO lagi.
Komitmen Tingkatkan Mutu
Dr. Amril Amir yang merupakan tokoh pendidik Sumbar ini menyatakan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau lulusan, tetapi mutu pendidikan, kompetensi lulusan, integritas penyelenggaraan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Direktur Akademi Refraksi Optisi (ARO) YLPTK Padang, Dr. Alvia Wesnita, A.Md.,RO., SE., M.Pd menyerahkan ijazah kepada salah satu wisudawan
Karena itu, YLPTK Sumbar berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan institusi sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Komitmen tersebut meliputi dukungan terhadap peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya fasilitas praktik; pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan; penguatan tata kelola dan penjaminan mutu; serta perluasan kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan, optik, industri optik, organisasi profesi, pemerintah dan mitra pendidikan.
Ditegaskan Dr. Amril Amir, M.Pd Dt. Lelo Basa, bahwa peningkatan mutu merupakan tanggung jawab bersama. Yayasan menjalankan fungsi pengelolaan dan dukungan kelembagaan, sedangkan pimpinan akademi bersama sivitas akademika memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik. Dengan pembagian peran yang jelas, komunikasi yang terbuka, dan evaluasi yang berkelanjutan, dengan demikian kita dapat membangun institusi yang semakin dipercaya masyarakat.
Sebagai Ketua YLPTK Sumbar, Dr. Amril Amir, M.Pd Dt. Lelo Basa sangat mengapresiasi semua dukungan pemerintah, khususnya LLDIKTI Wilayah X dan instansi terkait. Penghargaan yang sama ditujukan kepada rumah sakit, klinik, optik, industri, organisasi profesi, dan seluruh mitra yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan menjalani praktik.
Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian Masyarakat
Sementara Direktur Akademi Refraksi Optisi (ARO) YLPTK Padang, Dr. Alvia Wesnita, A.Md.,RO., SE., M.Pd kepada media usai pelantikan dan pengukuhan wisudawan mengatakan bahwa kampus yang dia pimpin saat ini sudah terakreditasi Baik Sekali, baik untuk program studinya maupun insitusinya.
Dengan terlaksananya wisuda hari ini sebanyak 55 orang, maka jumlah alumni yang telah dilahirkan ARO YLPTK Padang mencapai 1.119 orang, yang tersebar di berbagai puskesmas, klinik mata, rumah sakit, instansi pemerintah, optikal, perusahaan perkacamaataan, serta sebagai wirausahawan di bidang optometri.
Sejalan dengan perkembangan regulasi pendidikan tinggi, Program Studi D3 Refraksi Optisi kini resmi berubah nomenklatur menjadi D3 Optometri berdasarkan Keputusan Kemendikbudristek Nomor 274/D/OT/2023. Perubahan ini turut membawa konsekuensi perubahan gelar lulusan dari A.Md.RO menjadi A.Md.Kes.
Pada tahun akademik 2025-2026 Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi memberikan ijin penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tipe A, dan saat ini sudah berjalan tahun ke-2.
Lulusan terbaik pada wisuda ke-31 ARO YLPTK Padang foto bersama dengan orangtua, Pendiri dan Pengurus YLPTK Sumbar dan Pimpinan ARO YLPTK Padang
Ditegaskan Dr. Alvia Wesnita, A.Md.,RO., SE., M.Pd., capaian akademik yang diraih ARO YLPTK Padang hari ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk berkontribusi lebih baik lagi bagi masyarakat dan bangsa.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, ARO YLPTK Padang senantiasa berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kesehatan mata.
Kedepan, ARO YLPTK Padang bertekad untuk mengembangkan program studi baru D4 Optometri (sudah 70%), sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan karier tenaga keteknisian medis serta peluang bagi alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Juga meningkatkan fasilitas pembelajaran dan laboratorium berbasis teknologi modern, guna menunjang keterampilan praktik mahasiswa serta memperluas kerja sama dengan rumah sakit, klinik, dan industri optikal baik di dalam maupun luar negeri.
Apresiasi dari LLDikti Wilayah X
Turut memberi sambutan Kepala LLDikti Wilayah X Sumbar-Jambi diwakili oleh Kepala Pokja Sistem Informasi (ARO) YLPTK Padang Rukman Wijaya, SE yang mengawali dengan pantun; burung merpati terbang ke awan, hinggap sebentar di pohon jati. Akademi Refraksi Optisi mencetak lulusan, siap mengabdi sepenuh hati.
LLDIKTI Wilayah X menyampaikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan beserta seluruh jajaran pengurus yayasan atas komitmen dan dedikasi dalam membina serta memajukan Akademi Refraksi Optisi sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
“Hari ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan hidup para wisudawan. Keberhasilan hari ini merupakan buah dari ketekunan, kerja keras, doa, serta dukungan orang tua, keluarga dan para dosen yang dengan penuh kesabaran membimbing hingga sampai wisuda pada hari yang membanggakan ini,” sebut Rukman Wijaya, SE.
Dikatakan, kampus tidak cukup hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan industri, mendukung ketahanan teknologi nasional, serta memperkuat daya saing bangsa ditengah kompetisi global yang semakin ketat.
Kepada Akademi Refraksi Optisi, diharapkan mepupuk semangat keilmuan yang telah tumbuh kuat selama ini terus diarahkan pada penguatan ekosistem riset yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. Dengan demikian, kampus tidak hanya melahirkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga gagasan, inovasi, dan solusi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta pembangunan daerah maupun nasional.
Karena itu, Akademi Refraksi Optisi teruslah memperkuat ekosistem akademik yang memberi ruang tumbuh bagi para dosen untuk berkarya, meneliti, berinovasi, dan membangun kolaborasi. Sebab kampus yang maju tidak hanya ditentukan oleh banyaknya lulusan, tetapi juga oleh kualitas dosen yang terus berkembang, produktif, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. (gk)



















