Web Hosting
Web Hosting
Berita

AKBP Efdar Roza, S.Si., Putra Bonjol Meniti Pengabdian dari Kampus Unand Hingga Garda Dalmas Polda Sumbar

×

AKBP Efdar Roza, S.Si., Putra Bonjol Meniti Pengabdian dari Kampus Unand Hingga Garda Dalmas Polda Sumbar

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Dari Bonjol, Kabupaten Pasaman, perjalanan hidup AKBP Efdar Roza, S.Si., mengantarkannya menapaki dunia pengabdian di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berbekal pendidikan akademis, pengalaman panjang di berbagai wilayah penugasan, serta proses karier dilalui selama bertahun-tahun, ia kini mengemban amanah sebagai Kepala Subdirektorat Pengendalian Massa (Kasubdit Dalmas) Dit Samapta Polda Sumatera Barat.

 

 

Efdar Roza merupakan putra almarhum Al-Huda Mukhtar, berasal dari Bonjol, Pasaman. Latar belakang keluarga dan daerah asal menjadi bagian dari kisah perjalanan hidup seorang perwira Polri kemudian meniti karier melalui berbagai penugasan di Sumatera Barat.

 

Perjalanannya memperlihatkan bahwa pengabdian tidak dibangun dalam satu malam. Ada pendidikan harus dituntaskan, pengalaman harus ditempa, serta tanggung jawab terus berkembang seiring perjalanan karier.

Lulusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) tahun 1998 ini melanjutkan langkahnya dengan mengikuti pendidikan Sekolah Perwira Prajurit Karier (SEPA PK) VI tahun 1999.

Dari dunia akademis, ia memasuki lingkungan kepolisian menuntut kedisiplinan, integritas, kesiapan menghadapi tantangan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Dari Bonjol, Menapaki Jalan Pengabdian
Bonjol dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah di Kabupaten Pasaman. Dari daerah inilah AKBP Efdar Roza memiliki akar keluarga sebelum perjalanan pendidikannya membawa ke Universitas Andalas dan kemudian memasuki dunia kepolisian.

Menjadi putra daerah bukan semata-mata tentang tempat seseorang berasal, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan hidup berkembang dan tanggung jawab kemudian diemban.

Dalam kisah AKBP Efdar Roza, perjalanan tersebut berlanjut melalui pendidikan, penugasan, dan pengalaman profesional di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Latar belakang akademisnya di bidang Biologi memberikan warna tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Namun, setelah menempuh pendidikan perwira, tantangan berikutnya adalah menjalankan tugas kepolisian dengan segala dinamika dan tanggung jawabnya.

Pengalaman Lapangan Membentuk Perjalanan Karier

Dalam perjalanan pengabdiannya, AKBP Efdar Roza pernah menjabat Kapolsek Sungai Geringging, Kapolsek 2×11 Enam Lingkung di Sicincin, Kapolsek Limo Kaum, dan Kapolsek Lengayang.

Penugasan tersebut membawanya berhadapan dengan beragam karakter masyarakat dan persoalan keamanan di tingkat lokal. Sebagai pimpinan kepolisian sektor, tanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga pelayanan masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta koordinasi dengan berbagai unsur di wilayah tugas.
Setiap daerah memiliki dinamika tersendiri.

Pengalaman bertugas di sejumlah wilayah menuntut kemampuan beradaptasi, membangun komunikasi, dan memahami kebutuhan masyarakat sesuai karakter lingkungan masing-masing.

Pengalaman itu kemudian berlanjut ke jenjang kepemimpinan lebih luas. Efdar Roza pernah dipercaya menjabat Wakapolres Kepulauan Mentawai, Wakapolres Pasaman, dan Wakapolres Solok Selatan.

Ketiga penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi, koordinasi internal, serta pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing.

Khusus pengalaman sebagai Wakapolres Pasaman, penugasan tersebut juga membawanya bertugas di kabupaten memiliki keterkaitan dengan asal keluarganya, Bonjol. Hal ini menjadi salah satu sisi menarik dalam perjalanan pengabdiannya di Sumatera Barat.

Menjalani Penugasan Lintas Bidang
Selain pengalaman di kewilayahan, AKBP Efdar Roza juga pernah menjabat Wakil Direktur Tahti dan menjalani penugasan di Sekolah Polisi Negara (SPN).

Pengalaman tersebut memperluas cakupan bidang tugas pernah dijalaninya Lingkungan Tahti berkaitan dengan pengelolaan tahanan dan barang bukti sesuai ketentuan, sedangkan penugasan di SPN berada dalam lingkungan pendidikan dan pembinaan kepolisian.

Perbedaan karakter penugasan menuntut pemahaman terhadap prosedur, kedisiplinan, dan tanggung jawab sesuai fungsi masing-masing. Pengalaman lintas bidang ini menjadi bagian dari perjalanan profesional, sebelum mengemban tugas di bidang pengendalian massa.

Garda Pengendalian Massa Polda Sumbar

Kini, sebagai Kasubdit Dalmas Dit Samapta Polda Sumbar, AKBP Efdar Roza mengemban tanggung jawab strategis dalam bidang pengendalian massa dan pemeliharaan ketertiban umum.

Tugas Dalmas bukan sekadar menyiapkan personel di lapangan, disini butuh perencanaan yang matang, koordinasi, kesiapan perlengkapan, penguasaan prosedur, dan kemampuan membaca perkembangan situasi secara tepat.

Dalam menghadapi dinamika massa, ketegasan harus berjalan beriringan dengan pendekatan humanis, profesionalisme aparat diuji melalui kemampuan menjaga ketertiban, mencegah eskalasi gangguan keamanan, serta melaksanakan tindakan secara proporsional sesuai ketentuan dan dengan menghormati hak masyarakat
Pengalaman AKBP Efdar Roza di berbagai wilayah dan bidang penugasan menjadi bagian dari bekal profesional dalam menjalankan amanah tersebut.

Tantangannya adalah memastikan setiap pelaksanaan tugas mengedepankan disiplin, koordinasi, keselamatan, dan tanggung jawab.

Pangkat Adalah Amanah, Pengabdian Adalah Tanggung Jawab

Perjalanan AKBP Efdar Roza, S.Si., dari latar keluarga di Bonjol, pendidikan di Universitas Andalas, hingga berbagai penugasan di lingkungan Polri merupakan rangkaian perjalanan panjang membentuk kariernya.

Dari tingkat kapolsek, wakapolres, penugasan di bidang Tahti dan SPN, hingga jabatan Kasubdit Dalmas Dit Samapta Polda Sumbar, setiap tahap menghadirkan tanggung jawab dan tuntutan profesional berbeda.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa perjalanan karier tidak hanya berbicara tentang jabatan pernah diemban, tetapi juga tentang proses, kedisiplinan, dan kesediaan menjalankan amanah di mana pun tugas diberikan.

Bagi seorang perwira Polri, keberhasilan pengabdian pada akhirnya harus tercermin dalam profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Dari Bonjol untuk pengabdian di Sumatera Barat, perjalanan AKBP Efdar Roza terus berlanjut. Jabatan diemban hari ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan amanah untuk terus menjaga keamanan, memelihara ketertiban, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polisi Bersama Masyarakat”

Silaturahmi ini menjadi wujud pentingnya membangun komunikasi, mempererat kemitraan, serta memperkuat sinergi antara kepolisian, insan pers, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

 

Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan prinsip Polri yang mengedepankan kedekatan, pelayanan, dan kepercayaan masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. (Zul)