Pekanbaru, PilarbangsaNews
Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch. mendukung peluncuran Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) CEFA Indonesia 2 yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Indah pada Jum’at (09/01/25).
Program ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam pemenuhan gizi anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Markarius menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak dasar anak, khususnya dalam mendapatkan asupan gizi yang sehat dan seimbang.
“Harapan utama kita tentu hak anak-anak untuk memperoleh gizi yang baik bisa terpenuhi. Ini sangat penting bagi tumbuh kembang dan masa depan mereka,” ujar Markarius.
Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, ia menilai kehadiran dapur MBG juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Program ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan sektor pertanian dan peternakan lokal.
“Program ini bisa membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha bagi masyarakat. Apalagi daerah ini memiliki potensi pertanian yang besar. Masyarakat bisa mengembangkan komoditas yang dibutuhkan SPPG dan MBG, seperti sayuran, ayam, telur, ikan, dan bahan pangan lainnya,” jelasnya.
Markarius berharap SPPG Karya Indah dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak penerima manfaat. Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Kita berharap standar yang telah ditetapkan BGN dijalankan secara konsisten, sehingga tidak muncul isu-isu yang tidak diinginkan, seperti kualitas makanan yang kurang baik. Dengan SOP yang ketat, program ini bisa terus dipertahankan dan dipercaya masyarakat,” tutup Wakil Wali Kota Pekanbaru.
Ketua Yayasan CEFA Indonesia 2, Dewi Panji M.S., menegaskan bahwa pendirian Dapur MBG Karya Indah berangkat dari visi yayasan untuk selalu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Menurutnya, sebagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial, CEFA menempatkan kebermanfaatan publik sebagai prinsip utama dalam setiap langkahnya.
“Keinginan kami sederhana, di mana pun yayasan ini berada, harus bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Dewi Panji.
Selain itu, Yayasan CEFA Indonesia juga melihat Program Makan Bergizi Gratis sebagai inisiatif pemerintah yang patut didukung. Menurut Dewi, niat pemerintah dalam menjalankan program tersebut sangat baik karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.
“Program pemerintah ini tujuannya baik untuk masyarakat, jadi sudah semestinya kita ikut mendukung dan menyukseskannya,” sebut Dewi Panji.
“Pada tahap awal ini kami akan melayani sekitar 1.200 siswa di SD Negeri 037 Desa Karya Indah. Ke depan, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat hingga 3.000 siswa, mencakup sekolah-sekolah lain di sekitar Desa Karya Indah, bahkan hingga tingkat kecamatan,” tutupnya.
Dengan hadirnya Dapur MBG Karya Indah, Yayasan CEFA berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam pembangunan sosial berkelanjutan. (Mirza)










