Web Hosting
Web Hosting
Berita

SMAN 17 Pekanbaru Gelar Pelaksanaan P5, Upacara Perkawinan Adat Melayu

407
×

SMAN 17 Pekanbaru Gelar Pelaksanaan P5, Upacara Perkawinan Adat Melayu

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews 

 

 

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Pekanbaru pada Selasa, 27 Mei 2025 menggelar kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 yang ditampilkan oleh siswa-siswi kelas X Tahun Ajaran 2024-2025.

 

Untuk diketahui, program P5 memiliki berbagai isu penting yang relevan dengan perkembangan anak didik, seperti Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Rekayasa dan Teknologi, serta Kewirausahaan.

 

Sedangkan tujuan P5 untuk mengembangkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; mandiri; bergotong royong; kebhinnekaan global; bernalar kritis; dan kreatif.

 

Kepala SMAN 17 Pekanbaru, Dra. Elmida menyampaikan bahwa P5 merupakan kegiatan intrakurikuler yang dirancang untuk memperkuat karakter pelajar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

 

“Anak-anak kelas X sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, sementara kelas XI masih menggunakan Kurikulum 2013. Melalui P5, kami ingin memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan potensi yang dimiliki secara utuh,” ujar Elmida.

 

Ia juga mengatakan tema yang diangkat tahun 2025 ini adalah Kearifan Lokal, dengan fokus pada upacara perkawinan adat Melayu.

 

“Dalam program P5 yang berlangsung selama lebih dari sebulan ini, siswa diajak menggali makna dan nilai-nilai budaya lokal Provinsi Riau, mulai dari diskusi di kelas hingga praktik keterampilan seperti membuat tanjak, menari zapin, dan memahami filosofi adat Melayu,” jelas Kepala SMAN 17 ini.

 

“Hal ini bukan hanya soal mengenal budaya, tapi juga membentuk karakter. Dimensi P5 seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, kreatif, inovatif, hingga berjiwa kewirausahaan benar-benar ditanamkan melalui proses yang menyeluruh,” imbuhnya.

 

Elmida juga menyebutkan, seluruh guru dilibatkan untuk bertindak sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam setiap tahap kegiatan.

 

“Proyek ini dilaksanakan dengan sistem blok selama hampir dua bulan, dan ditutup dengan gelar karya, di mana para siswa mempresentasikan hasil belajar mereka secara nyata,” sebut Elmida.

 

“Melalui P5 ini, SMA Negeri 17 Pekanbaru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan identitas dan karakter yang menjadi fondasi pelajar Indonesia masa depan. Sebuah langkah nyata untuk membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan yang kontekstual dan relevan,” tutupnya. (Mirza)