Pekanbaru, PilarbangsaNews
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Riau untuk pertama kalinya menggelar program kesehatan terpadu yang menyasar pelajar tingkat SMP sebagai langkah pencegahan dini terhadap anemia dan stunting.
Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah sejak POGI berdiri di Provinsi Riau, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas profesi medis dan berbagai pemangku kepentingan di Pekanbaru.
Ketua POGI Riau terpilih, dr. Hendri Adi, Sp.OG, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh berbagai temuan literatur yang menunjukkan bagaimana kondisi kesehatan remaja, khususnya kadar hemoglobin (HB), berpengaruh langsung pada risiko stunting di masa depan.
“Tujuan kegiatan ini adalah mencegah anemia sejak dini. Jika sejak masa pra-remaja HB sudah rendah, maka risiko ibu melahirkan bayi stunting di masa depan akan meningkat. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari sekarang,” ujar dr. Hendri pada Rabu, 19 November 2025.
Dalam kegiatan ini, POGI Riau menyediakan pemeriksaan HB gratis serta pemeriksaan kesehatan dasar guna mendeteksi potensi kelainan penyakit yang mungkin memengaruhi tumbuh kembang anak di masa mendatang. Langkah ini difokuskan pada pelajar SMP sebagai kelompok usia yang paling strategis untuk intervensi gizi dan kesehatan reproduksi.
Tak hanya itu, POGI juga membuka layanan USG Ginekologi Dasar untuk mendeteksi kelainan pada organ reproduksi wanita sejak dini—sebuah langkah preventif yang jarang diberikan dalam program kesehatan sekolah.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi POGI Riau dengan empat organisasi profesi, yakni PERDAMI Kepri–Riau, IDI Wilayah Riau, IDI Kota Pekanbaru, IDI Cabang Siak, dan Ikatan Alumni SMPN 16 Pekanbaru.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai rumah sakit dan klinik swasta di Kota Pekanbaru yang disebut dr. Hendri sangat antusias menjadi bagian dari gerakan preventif ini.
“Sebelumnya, kegiatan serupa lebih banyak digelar oleh IDI Riau, namun tahun ini menjadi momentum POGI menunjukkan peran strategisnya,” ujar dr. Hendri.
Menurutnya, POGI Riau menargetkan kegiatan pemeriksaan kesehatan remaja ini akan berlanjut pada tahun 2026, 2027, hingga 2028, dengan menyasar lebih banyak sekolah di Pekanbaru dan kabupaten/kota lain di Riau.
“Kami berharap program ini dapat membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan remaja,” kata dr. Hendri.
Selain fokus pada anemia dan stunting, POGI Riau juga akan memasukkan materi pembinaan mengenai bahaya narkoba. Mereka berencana menggandeng BNN Kota Pekanbaru untuk melakukan edukasi serta pemeriksaan tes urin sederhana sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
Di akhir penyampaiannya, dr. Hendri berharap seluruh organisasi profesi di Riau dapat terus bersinergi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kami berharap seluruh organisasi profesi dapat terus bersinergi dan menjadi tonggak sejarah dalam upaya menciptakan generasi Pekanbaru yang lebih sehat,” tutup dr. Hendri Adi.
Program perdana ini tidak hanya menjadi langkah besar bagi POGI Riau, tetapi juga menjadi model kerja sama interprofesi untuk pencegahan masalah kesehatan jangka panjang pada generasi muda. (Mirza)













