Web Hosting
Web Hosting
Berita

Meski Banjir, Siswa MAN 2 Padang Tetap Produksi Film Ekoteologi

96
×

Meski Banjir, Siswa MAN 2 Padang Tetap Produksi Film Ekoteologi

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak malam hingga Jumat sore (2/1/2026) menyebabkan banjir di lingkungan Kampus MAN 2 Padang. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa untuk melanjutkan produksi film bertema ekoteologi dan pengelolaan sampah.

 

 

Dengan kondisi basah kuyup, para siswa menuntaskan hari terakhir proses syuting film berjudul Amanah yang Terlupa. Produksi film ini merupakan kelanjutan dari pengambilan gambar yang telah dilakukan sejak 30 Desember 2025.

 

Proses produksi melibatkan lima siswa dengan peran berbeda. Faizullatif Fajran bertugas sebagai kameramen dan Gombang Suri editor, sementara Hanna Putri A berperan sebagai aktris utama. Adapun Muhammad Faiz M dan Hafizah Khayyirah L menjadi pemeran pendukung.

 

Selama produksi, siswa mendapat pendampingan dari Syahrul selaku Tim Humas MAN 2 Padang, Betty Revita sebagai pembina OSIM, serta Wenny Riantika, editor MandupaNews, guna memastikan produksi berjalan sesuai konsep dan pesan yang ingin disampaikan.

 

Film Amanah yang Terlupa mengangkat kisah fiksi yang diadaptasi dari realitas keseharian di madrasah. Cerita berfokus pada keresahan seorang siswi bernama Hanna yang melihat sampah plastik dan sampah lainnya berserakan, meski tempat sampah telah disediakan sesuai jenisnya.

 

Melalui film ini, siswa ingin menyampaikan pesan bahwa manusia bukanlah pemilik alam, melainkan penjaga yang diberi amanah sebagai khalifah. Kerusakan lingkungan, dalam cerita film tersebut, kerap bermula dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele, seperti membuang sampah sembarangan.

 

“Iman tidak selalu lahir dari mimbar, tetapi dari keberanian untuk memulai tindakan nyata,” kata Hanna Putri Ansharullah, siswa kelas XI IPA 4, di sela-sela syuting.

 

Dalam alur cerita, Hanna kemudian mengajak teman-temannya untuk beraksi dengan memilah sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan sampah sebagai hiasan kelas.

 

Film ini diproduksi untuk mengikuti lomba yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke-80, yang diikuti madrasah dan pesantren se-Sumatera Barat. (Arul)