Oleh : Arry Yuswandi (Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat)
Berdasarka Perda Nomor 4 Tahun 2019, tanggal 1 Oktober 1945 resmi dipilih sebagai Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat (HJPSB). Momentum pengambilalihan kekuasaan dari tangan Jepang oleh para pejuang dan pemuda di wilayah Sumatera Barat menjadi dasarnya.
Peringatan HJPSB pada 2026 adalah ke-81 tahun. Delapan puluh satu tahun bukanlah rentangan waktu yang singkat, melainkan waktu yang seumur NKRI. Pergelutan dinamika dan tantangan serta perubahan mengiringi dalam menjaga nilai, sistem, atau kehidupan masyarakat Sumatera Barat yang menyertainya.
Setiap daerah ada momentum bersejarah dalam membangun identitas, memperkuat persatuan, dan merumuskan arah pembangunan. Bagi masyarakat Sumatera Barat, hari jadi bukan sekadar peringatan seremonial, lebih dari itu HJPSB merupakan ruang refleksi untuk menilai sejauh mana cita-cita pembangunan telah diwujudkan serta momentum memperkuat komitmen dalam membangun Sumatera Barat yang berkelanjutan.
Gubernur Sumatera Barat dalam Keputusannya Nomor 120-426-2026 telah menetapkan berbagai kegiatan HJPSB. OPD menggagas berbagai kegiatan dalam membumikan HJPSB.
Membumikan HJPSB berarti menghadirkan makna peringatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Nilai-nilai yang diwariskan para pendiri daerah “Adat Bersendi Syarak-Syarak Bersendikan Kitabullah” hendaknya tidak berhenti menjadi catatan sejarah, tetapi menjadi inspirasi dalam membangun karakter masyarakat yang religius, berintegritas, inovatif, dan memiliki semangat gotong royong.
Semangat perjuangan dahulu diwujudkan dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun daerah kini harus diterjemahkan menjadi semangat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan, dan mempercepat transformasi digital.
Sebagai salah satu provinsi yang kaya sejarah, budaya, dan sumber daya manusia, Sumatera Barat memiliki modal sosial yang sangat kuat. Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) menjadi fondasi kehidupan masyarakat yang mengajarkan keseimbangan antara nilai adat, agama, dan kemajuan zaman. Nilai tersebut menjadi kekuatan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang berkualitas, serta masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.
HJPSB juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen pembangunan. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, media, komunitas, hingga generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Kolaborasi akan melahirkan berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan ketahanan pangan dan pariwisata.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, membumikan HJPSB juga berarti membangun budaya masyarakat yang semakin melek informasi dan data. Kebijakan pembangunan yang efektif memerlukan dukungan data yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, penguatan kearah trasformasi digital menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Peringatan HJPSB juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para tokoh, pejuang, ulama, cendekiawan, pelaku usaha, petani, nelayan, tenaga pendidik, jurnalis, aparatur sipil negara, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Sumatera Barat.
Kemajuan daerah bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi merupakan buah dari sinergi seluruh komponen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.
Di sisi lain, HJPSB harus menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi. Pengurangan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja, pemerataan pembangunan antarwilayah, penguatan daya saing ekonomi, mitigasi bencana, dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia merupakan agenda yang memerlukan perhatian bersama.
Refleksi terhadap capaian dan tantangan tersebut akan melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Generasi muda memiliki peran yang tidak kalah penting dalam membumikan HJPSB. Mereka adalah pewaris nilai-nilai budaya sekaligus motor penggerak inovasi. Dengan kreativitas, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, dan semangat kewirausahaan, generasi muda dapat membawa Sumatera Barat menjadi provinsi yang unggul di tingkat nasional maupun internasional tanpa kehilangan jati diri sebagai masyarakat Minangkabau.
Pada akhirnya, membumikan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat berarti menjadikan gerakan bersama mengambil bagian melalui tindakan sederhana namun bermakna: bekerja dengan integritas, menjaga kerukunan, melestarikan budaya, meningkatkan kualitas diri, mendukung produk lokal, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
HJPSB hendaknya menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang membangun manusia, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menjaga warisan budaya yang menjadi identitas daerah.
Dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan inovasi, Sumatera Barat akan terus melangkah menjadi provinsi yang maju, tangguh, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur Minangkabau.
*) Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis















