Web Hosting
Web Hosting
Berita

UNP Gelar Pengabdian Masyarakat, Dorong Penguatan Tata Kelola Sampah Bernilai Ekonomis di Kelurahan Tanah Pak Lambik

×

UNP Gelar Pengabdian Masyarakat, Dorong Penguatan Tata Kelola Sampah Bernilai Ekonomis di Kelurahan Tanah Pak Lambik

Sebarkan artikel ini

Padang Panjang, PilarbangsaNews

Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) dengan tema “Penguatan Tata Kelola Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis melalui Peningkatan Kapasitas Kader Lingkungan Hidup” di Kelurahan Tanah Pak Lambik, Kota Padang Panjang.

 

 

Kegiatan berlangsung pada Kamis 3 September 2026, bertempat di Aula Kantor Lurah Tanah Pak Lambik, mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Lurah Tanah Pak Lambik, Romi Saputra, S.H., dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Perkim LH Kota Padang Panjang Nofebrianto, S,Sos, serta Kasi Tapem Kecamatan Padang Panjang Barat Fery Putra Swid, SH mewakili Camat Padang Panjang Barat.

 

Kegiatan juga diikuti oleh unsur masyarakat dan kader lingkungan yang diproyeksikan menjadi bagian dari Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) Kelurahan Tanah Pak Lambik.

 

Dalam sambutannya, Lurah Tanah Pak Lambik, Romi Saputra, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Negeri Padang, khususnya tim pengabdian yang dipimpin Adil Mubarak, S.IP., M.Si., atas kepercayaan menjadikan Kelurahan Tanah Pak Lambik sebagai mitra kegiatan pengabdian.

 

Ketua Tim Pengabdi UNP, Adil Mubarak, S.IP., M.Si., (kanan) menyerahkan buku panduan “Operating Manual Pokdarling Tanah Pak Lambik” kepada Lurah Tanah Pak Lambik, Romi Saputra, S.H.

 

Romi Saputra menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi memberikan kontribusi berarti bagi pemerintah kelurahan dalam menghadapi persoalan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, sekaligus berharap kegiatan ini dapat berlanjut secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdi, Adil Mubarak, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sekadar memberikan penyuluhan kepada masyarakat, melainkan membangun proses belajar bersama agar terbentuk sistem pengelolaan sampah yang dapat terus berjalan secara mandiri.

 

Menurut Adil Mubarak, S.IP., M.Si., pembentukan Pokdarling merupakan titik awal dari sebuah gerakan masyarakat, bukan akhir dari kegiatan pengabdian.

 

Empat Materi, Satu Tujuan: Mengubah Cara Pandang

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi secara panel yang dimoderatori oleh Rahmadhona Fitri, S.AP., MPM, dengan menghadirkan empat narasumber.

 

Materi pertama, “Pokdarling sebagai Penggerak Tata Kelola Lingkungan Berbasis Masyarakat,” disampaikan oleh Dr. Nora Eka Putri, S.IP., M.Si. Materi kedua, “Membangun Organisasi Pokdarling yang Efektif,” disampaikan oleh Dra. Jumiati, M.Si. Materi ketiga, “Dari Masalah Sampah Menjadi Rencana Aksi,” disampaikan oleh Prof. Dasman Lanin, Ph.D. Adapun materi keempat, “SOP Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas,” disampaikan oleh Prof. Syamsir, M.Si., Ph.D.

 

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Perkim LH Kota Padang Panjang Nofebrianto, S,Sos hadir memberikan dukungan.

 

Setelah sesi ini dilanjutkan dengan diskusi interaktif untuk menggali pengalaman dan kebutuhan peserta dalam pengelolaan sampah di lingkungan kelurahan.

 

Masyarakat Rumuskan Prioritas Program melalui Brainstorming Partisipatif

Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan sesi partisipatif yang dipandu oleh Boni Saputra, S.AP., MPA dan Intan Slipilia, M.Si. (Han) untuk menggali aspirasi masyarakat mengenai model pengelolaan sampah yang realistis diterapkan di Kelurahan Tanah Pak Lambik.

 

Melalui pendekatan brainstorming, masyarakat memetakan sendiri persoalan, potensi, serta alternatif pengelolaan sampah, baik untuk sampah organik maupun anorganik, termasuk aspek kebijakan dan penegakan aturan lingkungan.

 

Salah satu kader lingkungan yang ditugaskan Dinas Perkim LH, Venny, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah menjadi faktor penting agar program pengelolaan sampah dapat memberikan dampak nyata, dan menekankan perlunya keterlibatan masyarakat yang lebih luas melalui kelembagaan seperti Pokdarling.

 

Hasil pemetaan aspirasi menunjukkan bahwa kompos, biopori, lomba kebersihan lingkungan, dan gotong royong dinilai sebagai program dengan dampak tinggi dan relatif mudah dilaksanakan dalam jangka pendek.

 

Sementara itu, bank sampah dan pengadaan mesin pres ditetapkan sebagai agenda jangka panjang, dengan kompos memperoleh lima aspirasi, bank sampah sebelas aspirasi, dan mesin pres enam aspirasi dari peserta.

 

Penyerahan Buku Panduan Operasional Pokdarling

Sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan program, Ketua Tim Pengabdi Adil Mubarak, S.IP., M.Si.,
menyerahkan dua bundel buku panduan berjudul “Pedoman Operating Manual Pokdarling Tanah Pak Lambik” kepada pihak kelurahan.

 

Buku panduan tersebut diharapkan menjadi acuan praktis bagi Pokdarling dalam menjalankan organisasi, mekanisme kerja, pengelolaan kegiatan persampahan, administrasi dan keuangan, kemitraan, serta monitoring dan evaluasi program.

 

Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Kegiatan pengabdian yang melibatkan mahasiswa Departemen Ilmu Administrasi Negara UNP Fadilla Ramadhani dan Faras Dian Saputri ini turut mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan ke-11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, Tujuan ke-12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan ke-17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Tanah Pak Lambik bersama Universitas Negeri Padang berharap Pokdarling dapat tumbuh menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan tata kelola sampah yang berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. (Gilang)