Web Hosting
Web Hosting
Artikel

BAGAIKAN SEKERANJANG BOLA DAN SEIKAT SAPU LIDI

×

BAGAIKAN SEKERANJANG BOLA DAN SEIKAT SAPU LIDI

Sebarkan artikel ini

Oleh : Eko Faiz (ASN Provinsi Sumatera Barat)

Ada sebuah perumpamaan sederhana tentang sekeranjang bola dan seikat sapu lidi. Perumpamaan ini menyiratkan cara bekerja sendiri dan berkerjasama.

 

 

Sekeranjang bola terlihat penuh. Jumlahnya banyak, bentuknya sama, tetapi setiap bola bergerak sendiri-sendiri. Ketika satu bola dilempar ke satu arah, bola lainnya tidak otomatis mengikuti. Masing-masing memiliki geraknya sendiri.

 

Berbeda dengan seikat sapu lidi. Satu batang lidi mudah dipatahkan. Dua atau tiga batang mungkin masih bisa dipatahkan. Tetapi ketika puluhan lidi disatukan menjadi satu ikatan, kekuatannya menjadi berbeda. Ia mampu membersihkan halaman yang luas, mengumpulkan sesuatu yang berserakan dan menyelesaikan pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan oleh satu batang lidi sendirian.

 

Dari dua benda sederhana itu, kita belajar tentang organisasi, birokrasi dan kerja sama.

 

Banyak Belum Tentu Kuat

Sekeranjang bola menggambarkan sebuah organisasi yang memiliki banyak orang, banyak sumber daya dan banyak potensi, tetapi tidak memiliki arah yang sama. Masing-masing bekerja. Masing-masing memiliki kemampuan. Masing-masing memiliki kepentingan. Tetapi jika tidak ada koordinasi, kolaborasi dan tujuan bersama, kekuatan yang besar dapat berubah menjadi energi yang tercecer.

 

Dalam birokrasi, jumlah ASN yang banyak tidak otomatis menghasilkan pelayanan publik yang baik. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh potensi tersebut diarahkan menuju tujuan yang sama.

 

Banyak orang tidak selalu berarti banyak hasil. Banyak unit kerja tidak selalu berarti pekerjaan menjadi cepat. Banyak rapat tidak selalu berarti banyak keputusan. Banyak program tidak selalu berarti banyak manfaat.

 

Satu Lidi Tidak Akan Menjadi Sapu

Sebaliknya, sebatang lidi memang sederhana dan tampak tidak berarti. Tetapi ketika lidi-lidi itu disatukan, lahirlah kekuatan baru.

 

Begitu pula dalam birokrasi. Seorang ASN mungkin hanya memiliki satu kompetensi utama. Namun ketika kompetensi itu digabungkan dengan kompetensi ASN lainnya, terbentuklah sebuah kekuatan kolektif.

 

Ada ASN yang kuat dalam perencanaan. Ada yang ahli mengolah data. Ada yang menguasai teknologi. Ada yang piawai berkomunikasi. Ada yang memiliki kemampuan kepemimpinan. Ada yang memahami pelayanan masyarakat. Ada pula yang memiliki pengalaman lapangan.

 

Jika semua ASN yang banyak pengalaman itu berjalan sendiri-sendiri, potensi tersebut tidak maksimal. Tetapi jika disatukan dalam satu visi dan satu tujuan, perbedaan itu justru menjadi kekuatan.

 

Bukan Siapa yang Paling Hebat, tetapi Seberapa Kuat Tim

Birokrasi modern tidak membutuhkan ASN yang merasa dirinya paling hebat. Yang dibutuhkan adalah ASN yang mampu mengatakan: “Saya punya kemampuan, Anda punya
kemampuan, mari kita satukan untuk menyelesaikan persoalan.”

 

Inilah makna kolaborasi. Tidak semua pekerjaan harus dikerjakan sendiri. Tidak semua masalah dapat diselesaikan oleh satu bidang. Tidak semua persoalan memiliki jawaban dari satu keahlian. Karena itu, organisasi membutuhkan super team, bukan sekadar superman.

 

Jangan Menjadi Bola yang Bergerak Sendiri

Dalam organisasi, ada kalanya seseorang sangat aktif tetapi tidak terhubung dengan tim. Ia bekerja keras, tetapi tidak berkoordinasi. Ia memiliki gagasan, tetapi tidak dikomunikasikan. Ia mengejar target sendiri, tetapi lupa bahwa organisasi memiliki target bersama.

 

Situasi seperti ini ibarat sekeranjang bola: ramai, bergerak, tetapi tidak selalu menuju arah yang sama.

 

Kerja keras memang penting. Tetapi kerja keras tanpa koordinasi dapat menghasilkan pekerjaan yang tumpang tindih.

 

Kerja cerdas juga penting. Namun kecerdasan tanpa kolaborasi dapat kehilangan daya ungkit. Karena itu, kerja bersama harus menjadi budaya organisasi.

 

Sapu Lidi Juga Membutuhkan Ikatan

Ada satu hal penting dari filosofi sapu lidi. Lidi-lidi itu menjadi kuat bukan hanya karena jumlahnya, tetapi karena ada ikatan yang menyatukannya.

 

Dalam birokrasi, ikatan tersebut dapat berupa: visi, nilai, integritas, aturan, kepemimpinan, komunikasi dan tujuan bersama.

 

Tanpa ikatan itu, kumpulan talenta hanya menjadi kumpulan individu. Dengan ikatan yang kuat, kumpulan individu dapat berubah menjadi sebuah tim.

 

Itulah sebabnya membangun organisasi bukan sekadar mengumpulkan orang-orang hebat. Tetapi menyatukan orang-orang hebat dalam satu tujuan yang hebat.

 

Pemimpin adalah Pengikat.

Di sinilah kepemimpinan memiliki peran penting. Pemimpin bukan hanya orang yang memberikan perintah. Pemimpin adalah orang yang mampu menyatukan perbedaan.

 

Pemimpin harus mampu melihat kekuatan setiap individu dan menempatkannya pada posisi yang tepat. Ia harus mampu mengubah ego individu menjadi energi kolektif. Ia harus mampu menciptakan suasana di mana setiap orang merasa memiliki kontribusi terhadap keberhasilan organisasi.

 

Pemimpin yang baik tidak membuat semua orang menjadi sama. Sebaliknya, ia mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan.

 

Multi Talenta Membutuhkan Kolaborasi

Di era birokrasi modern, ASN dituntut memiliki kemampuan yang semakin beragam. Namun multi talenta bukan berarti semua orang harus mampu melakukan semuanya. Multi talenta justru akan semakin bernilai ketika setiap talenta dapat saling melengkapi.

 

Talenta teknologi bertemu talenta komunikasi. Talenta data bertemu talenta kebijakan. Talenta pelayanan bertemu talenta kepemimpinan. Talenta perencanaan bertemu talenta pelaksanaan.

 

Dari pertemuan berbagai talenta itulah lahir inovasi. Bukan satu lidi yang hebat, tetapi seikat lidi yang mampu bekerja bersama.

 

Dari Individu Menjadi Kekuatan Kolektif

Pada akhirnya, organisasi yang hebat bukan organisasi yang tidak memiliki perbedaan. Organisasi yang hebat adalah organisasi yang mampu mengelola perbedaan.

 

Perbedaan kompetensi menjadi kekuatan. Perbedaan pengalaman menjadi pembelajaran. Perbedaan perspektif menjadi sumber inovasi. Perbedaan karakter menjadi kekayaan tim. Dan semua perbedaan itu disatukan oleh satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Sekeranjang bola mengajarkan bahwa jumlah yang banyak tanpa arah tidak otomatis menghasilkan kekuatan. Seikat sapu lidi mengajarkan bahwa sesuatu yang kecil dan berbeda-beda dapat menjadi kuat ketika disatukan.

 

Begitu pula birokrasi. Kita tidak membutuhkan sekadar banyak ASN. Kita membutuhkan ASN yang memiliki kompetensi, integritas, semangat belajar, kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk bekerja bersama. Karena pada akhirnya: satu lidi mudah dipatahkan, seikat lidi sulit dipatahkan. Satu talenta memberi kontribusi. Banyak talenta yang berkolaborasi menghasilkan transformasi.

 

Jangan hanya menjadi sekeranjang bola yang bergerak sendiri-sendiri. Jadilah seikat sapu lidi yang terikat oleh visi, bergerak dalam satu arah, dan bekerja untuk satu tujuan: birokrasi yang kuat, pelayanan yang berkualitas, dan masyarakat yang sejahtera.

 

*) Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis