Web Hosting
Web Hosting
Berita

Madani Trade Center, Budiman Swalayan Dukung Program Pembangunan Pemko Pekanbaru

309
×

Madani Trade Center, Budiman Swalayan Dukung Program Pembangunan Pemko Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Lahan kosong milik Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan H.R. Soebrantas, Pekanbaru, yang selama puluhan tahun terbengkalai, segera disulap menjadi kawasan bisnis terpadu bernama Madani Trade Center.

 

 

Proyek strategis ini merupakan hasil kerjasama antara RRI dan Budiman Swalayan yang merupakan salah satu pelaku usaha ritel lokal terbesar di Riau dan Sumatera Barat.

 

Owner Budiman Swalayan, Yasmar menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebelumnya hanya digunakan untuk menara pemancar RRI, sementara sebagian besar lahan di bagian depan tidak termanfaatkan secara optimal dan bahkan ditempati pedagang kaki lima yang berjualan di atas selokan di sepanjang pinggir Jalan Soebrantas.

 

“Padahal tanah ini sangat produktif. Dari dulu sampai sekarang dibiarkan kosong. Karena itu kami berinisiatif bekerja sama dengan RRI untuk menjadikannya satu kawasan bisnis yang tertata,” ujar Yasmar.

 

Menurutnya, Madani Trade Center akan dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang mencakup Budiman Swalayan, pusat kuliner, sport center, serta area khusus Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Yasmar menambahkan, pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada bisnis semata, tetapi juga pada penataan kota dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

 

“Kami ingin kawasan ini hidup, rapi, dan memberi manfaat luas. UMKM yang selama ini berjualan di depan akan kami prioritaskan untuk masuk ke area yang disediakan,” katanya.

 

Pembangunan Madani Trade Center juga sejalan dengan rencana Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melakukan pelebaran Jalan Bangau Sakti hingga 12 meter dan membuka akses dua jalur menuju Rumah Sakit Jantung di Jalan Naga Sakti.

 

Pelebaran jalan tersebut akan memanfaatkan sebagian lahan RRI di bagian depan kawasan. Yasmar menyebut, area selebar 12 meter akan diserahkan untuk kepentingan jalan umum.

 

“Bagian sisi sebelah Jalan Bangau Sakti akan kami tinggalkan untuk dua jalur jalan yang dibangun pemerintah. Ini bentuk dukungan kami terhadap pengembangan infrastruktur kota,” jelas Yasmar.

 

Terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di depan lokasi tepatnya di ruas badan Jalan H.R. Soebrantas, Yasmar mengakui hal tersebut menjadi perhatian serius. Ia menegaskan, Budiman Swalayan memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan solusi, bukan sekadar menggusur.

 

“Kami akan menyediakan tempat UMKM di dalam kawasan. Memang sifatnya berbayar, tapi itu bagian dari penataan agar mereka berjualan dengan layak, aman, dan tertib,” ujarnya.

 

Pembangunan Madani Trade Center tentunya akan menjadi cabang ketiga Budiman Swalayan di kota Pekanbaru. Sebelumnya, Budiman telah beroperasi di Jalan Arifin Achmad dan di Jalan Kaharuddin Nasution.

 

Proses pembangunan saat ini telah memasuki tahap awal, dimulai dengan penimbunan dan pematangan lahan, sembari menunggu proses perizinan berjalan. Yasmar menegaskan bahwa kerja sama dengan RRI dilakukan dalam skema sewa lahan.

 

“Sejak MoU dengan RRI ditandatangani, kami langsung berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota. Alhamdulillah, investasi ini disambut baik dan mendapat dukungan penuh,” tutup Yasmar.

 

Dengan hadirnya Madani Trade Center, diharapkan kawasan di Jalan H.R. Soebrantas tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan baru, tetapi juga simbol kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta dalam menggerakkan ekonomi lokal serta menata wajah kota Pekanbaru. (Mirza)