Web Hosting
Web Hosting
Berita

Dorong Literasi dan Kearsipan, DISPUSIP Pekanbaru Hadirkan Pojok Baca Digital

284
×

Dorong Literasi dan Kearsipan, DISPUSIP Pekanbaru Hadirkan Pojok Baca Digital

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews 

 

 

Literasi bukan sekadar membaca. Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan memahami, mengolah, dan mengaktualisasikan informasi untuk memecahkan persoalan hidup. Pandangan inilah yang kini menjadi ruh dalam langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Drs. H. Muhammad Amin, M.Si.

 

Amin menyebutkan perpustakaan dan kearsipan bukan hanya sarana administrasi, melainkan juga medium untuk membangun peradaban. Maka, literasi menurutnya adalah cara kita mengisinya agar menjadi pribadi yang baik, berilmu, dan berakhlak.

 

Sejalan dengan visi misi Wali Kota Pekanbaru, DISPUSIP terus menghadirkan inovasi agar literasi semakin dekat dengan masyarakat. Salah satu gebrakannya adalah pembangunan pojok baca digital.

 

“Saat ini, Pekanbaru telah memiliki dua pojok baca digital yang berlokasi di kawasan Kaca Mayang dan Taman Unjuk Ajar Integritas sebuah gedung ramah lingkungan hasil kerja sama dengan CSR pihak perusahaan. Bangunan unik itu berdiri kokoh dari bata yang berasal dari residu bahan bakar, lengkap dengan fasilitas komputer dan ribuan koleksi buku digital,” jelas Amin.

 

“Selain itu, terdapat pula pojok baca di beberapa ruang publik, termasuk taman kota, yang menghadirkan bacaan gratis dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional serta Pemko Pekanbaru,” imbuhnya pada Kamis (02/10/25).

 

Tidak berhenti pada infrastruktur, DISPUSIP juga menunjuk Duta Baca Pekanbaru sebagai ikon untuk mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai gaya hidup. Hal ini literasi bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana informasi itu kita gunakan untuk memecahkan persoalan kehidupan.

 

“Gerakan ini diharapkan menjadi jawaban atas fenomena generasi muda yang kerap menghabiskan waktu dengan gawai untuk mengakses konten digital yang tidak selalu bermanfaat. DISPUSIP mendorong agar masyarakat, terutama remaja, lebih bijak memilih konten positif yang menambah wawasan dan memperkaya pengetahuan,” harap Amin.

 

Ia menambahkan, kota Pekanbaru saat ini memiliki 650 unit perpustakaan, baik di sekolah, komunitas, hingga lembaga pemerintah. Salah satu yang terbesar adalah Perpustakaan Tenas Effendi, yang kini menjadi pusat kegiatan literasi masyarakat.

 

“Perpustakaan Tenas Effendi yang berada di kantor ini buka setiap hari, tanpa libur. Masyarakat, pendidik, seniman, hingga wartawan dapat datang untuk memperdalam ilmu dan menambah referensi. Selain itu, kami mendorong masyarakat agar bisa menghibahkan sebagian buku-buku bacaannya. Gerakan ini diyakini mampu memperkaya bahan bacaan dan membuka akses lebih luas bagi masyarakat kota Pekanbaru yang haus pengetahuan,” tutup Muhammad Amin.

 

Dengan demikian, literasi bukan hanya untuk mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang berbudaya, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman serta menumbuhkan generasi yang siap memimpin peradaban. (Mirza)

*Penulis : Mirza Yamoli*