Web Hosting
Web Hosting
Berita

Diduga Laporan Tidak Direspons, Belasan Korban “Arisan SE” Datangi Mapolres Payakumbuh

250
×

Diduga Laporan Tidak Direspons, Belasan Korban “Arisan SE” Datangi Mapolres Payakumbuh

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Tidak puas karena laporan pengaduan mereka yang telah disampaikan semenjak 3 bulan lebih tapi belum juga direspons Polres Payakumbuh, belasan wanita dan pria muda asal Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota mengadakan unjuk rasa damai.

 

 

Mereka mendatangi Mapoles Payakumbuh untuk menanyakan “nasib” laporan tersebut. Mereka merupakan korban arisan online yang dikelola “SE”.

 

“Kami datang ke Mapolres hari ini meminta keadilan kepada kepoliansian.
Puluhan orang telah menjadi korban arisan ini yang kalau dijumlahkan nominal kerugian yang kami alami sekitat Rp1 miliar,” ungkap Tuti korban yang paling senior usianya dari rombongan ini.

 

“Laporan kami telah lebih tiga bulan lalu diantar ke Mapolres Payakumbuh,” tambah Mami, begitu panggilan akrabnya kepada awak media sambil membentangkan spanduk dengaan tulisan “Korban Arisan SE”.

 

Mami Tuti memaparkan kepada media modus arisan tersebut sembari memperlihatkan bukti-bukti setoran melalui aplikasi Dana. “Kami meminta pertanggung jawaban SE,” ulasnya.

 

Sekitar satu jam menunggu agar bisa bertemu Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo, belasan korban memaksa masuk dan bertemu Kapolres. Namun sayang, niat itu belum berhasil karena Kapolres Payakumbuh tengah ada kegiatan. Akhirnya mereka ditemui Kabagops Polres Payakumbuh Kompol Winedri.

 

Kepada Kabag Ops para korban memaparkan bahwa mereka telah lama menunggu kelanjutan laporan pengaduan yang dilakukan beberapa bulan lalu. Sebab hingga kini tidak ada kejelasan dan terlapor “SE” masih berkeliaran.

 

”Jadi laporan kami tiga bulan lalu belum ada tanggapan. Dia (SE) enak-enakan di kedai kopi dan diberbagai tempat,” kata seorang dari belasan korban yang hadir saat itu.

 

Korban juga meminta pihak kepolisian untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. ”Kami minta hukum ditegakkan seadil-adilnya, uang kami sudah habis,” tambahnya.

 

Keluhan tersebut direspon Kompol Winedri dengan mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. ”Kami laksanakan penyelidikan. Nanti kita bicarakan dengan Kasat Reskrim,” janji Kompol Winnedri.

 

Setelah berdiskusi dengan Kabagops belasan korban juga terlihat berdiskusi dengan KBO Satreskrim dan sejumlah perwira Polres Payakumbuh. (wba)