Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Kenagarian Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, baralek gadang melewakan gelar sako adat dalam kaum Suku Caniago Nagari Pulau Karam, pada hari Minggu (14/6/2026).
Prosesi adat mangulipah (basalin baju) ini adalah menyerahkan gelar sako yang disandang oleh Yose Dt. Batuah kepada keponakannya yaitu Kompol Khairil Meidians, SH Dt. Batuah yang sehari-hari adalah Wakapolres Limapuluh Kota.
Pelewaan gelar sako adat ini diawali dengan pembacaan keputusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Ampang Pulai, kemudian diikuti pemasangan saluak, keris, penyerahan tungkek dan acara sakral pembacaan sumpah penghulu yang dipandu oleh Ketua KAN Nofriyon Dt. Mandaro Jambak.
“Dengan pembacaan sumpah penghulu dibawah Al Quran dan disaksikan oleh Ninik Mamak yang hadir, maka resmilah Khairil Meidians menyandang gelar adat Datuak Batuah, dan telah tagak sama tinggi dan duduk sama rendah di dalam kerapatan adat,” kata Nofriyon Dt. Mandaro Jambak.
Acara adat yang megah dan meriah ini digelar di Rumah Gadang Datuak Batuah di Nagari Pulau Karam, dihadiri Wakil Bupati Pessel Dr. Risnaldi Ibrahim Dt. Batuah, Forkopimda Pessel, Ketua LKAAM Pessel Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah, Ketua LKAAM Limapuluh Kota Zulhikmi Dt. Rajo Suaro, Wakapolres Payakumbuh dan Wakapolres Solok.
Tampak hadir Anggota DPRD Pessel Zulpian Apriyanto, SH.,M.Si. (PPP) dan Afridal (PKS), Camat Koto XI Tarusan, Kapolsek Tarusan, Danramil Tarusan, Wali Nagari Ampang Pulai, Wali Nagari Pulau Karam, Ketua KAN Ampang Pulai Nofriyon Dt. Mandaro Jambak bersama pengurusnya, Alim Ulama, Bundo Kanduang Nagari dan Pemuda.

Penyerahan tungkek kepada Khairil Meidians Dt. Batuah oleh Ketua KAN Ampang Pulai Nofriyon Dt. Mandaro Jambak
Ketua LKAAM Pessel Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah mengingatkan peran dan tanggungjawab penghulu yang berat, tidak saja untuk menjaga dan membina kaumnya, tetapi juga menjaga dan melestarikan adat dalam nagari.
“Undang Undang No.17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar yang menegaskan bahwa provinsi ini berlandaskan kepada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, maka tentu saja aplikasinya di masyarakat nagari adalah menuntut peran dan tanggungjawab ninik mamak,” kata Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah.
Karena peran dan tanggungjawab Ninik Mamak yang begitu besar itulah, Ketua LKAAM Pessel ini mengharapkan dukungan dari jajaran pemerintahan, sejak dari kabupaten hingga nagari sehingga nilai-nilai ABS-SBK itu benar-benar bisa diwujudkan.
Wakil Bupati Pessel Dr. Risnaldi Ibrahim memberikan apresiasi kepada KAN Ampang Pulai dan Kaum Suku Caniago Pulau Karam yang telah melestarikan nilai-nilai adat Minangkabau dengan menggelar acara Mangulipah atau basalin baju. Berarti telah terjadi regenerasi penghulu adat dengan proses yang damai dan bermartabat.
“Pemkab akan mendukung penuh pelestarian adat dan budaya Minangkabau bersinergi dengan kelembagaan yang ada, seperti LKAAM dan KAN demi terwujudnya ABS-SBK ditengah masyarakat,” kata Wabup Pessel.
Harapan Wabup, Ninik Mamak sebagai pemimpin tertinggi di dalam kaum memberikan perhatian kepada kemenakan terutama terhadap gencarnya peredaran narkoba dan tingginya penyakit masyarakat seperti LGBT.
Selengkapnya Payuang Datuak Batuah kaum Caniago Pulau Karam Kenagarian Ampang Pulai adalah Khairil Meidians, SH Dt. Batuah, Usman Malin Batuah sebagai Imam Khatib Batuah, Jafril Makhudum selaku Urang Tuo Adat, Efrizal Malin Batuah Jo Kayo sebagai Dubalang Adat, Ermadian Jo Gumayang sebagai Panungkek dan Erlita sebagai Bundo Kanduang Kaum. (gk)














