Web Hosting
Web Hosting
Berita

14 Sekolah di Padang Pariaman Ikuti Bimtek Adiwiyata Provinsi di MAN 2 Padang

×

14 Sekolah di Padang Pariaman Ikuti Bimtek Adiwiyata Provinsi di MAN 2 Padang

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Sebanyak 14 sekolah dan madrasah dari Kabupaten Padang Pariaman mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) sekolah calon Adiwiyata tingkat provinsi di MAN 2 Padang, Kamis (29/10/2026). Peserta terdiri dari 10 sekolah dan empat madrasah.

 

 

Bimtek tersebut menghadirkan dua pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat, yakni Lina Oktavia dan Muhammad Shiddiq Promono, Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Sumbar.

 

Kegiatan dibuka oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, Zaitul Makmur. Ia mengapresiasi MAN 2 Padang yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

Zaitul berharap, setelah mengikuti bimtek, sekolah dan madrasah peserta dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih hijau dan bersih.

 

“Adiwiyata bukan untuk dilombakan, tetapi dibudayakan. Kalau sudah menjadi kebiasaan, ketika melihat sampah, kita akan spontan memungutnya,” ujarnya.

 

Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan perlu tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar dilakukan ketika sekolah mengikuti penilaian atau perlombaan Adiwiyata.

 

Kepala MAN 2 Padang, Ahmad Asdi, mengatakan, program Adiwiyata merupakan bagian dari upaya menyelamatkan bumi yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan, terlepas dari ada atau tidaknya perlombaan.

 

“Tidak pun dilaksanakan lomba, Adiwiyata harus tetap kita laksanakan, sama halnya dengan UKS. Adiwiyata dan UKS bermuara pada terwujudnya sekolah ramah anak yang harus kita wujudkan di sekolah masing-masing,” katanya.

 

Ahmad Asdi juga menyampaikan terima kasih kepada DLH Sumbar atas pendampingan dan dukungan dalam pelaksanaan program Adiwiyata. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui koordinasi dan kolaborasi antarsekolah dan madrasah.

 

Ia menilai, sinergi antarsatuan pendidikan penting untuk memperkuat budaya peduli lingkungan agar program Adiwiyata tidak sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. (Arul)