Pekanbaru, PilarbangsaNews
Gubernur Riau (Gubri) H. Abdul Wahid M.Si menghadiri kegiatan halal bihalal Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Provinsi Riau sekaligus pelantikan pengurus IKTD dan Bundo Kandung kota Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Gubri Abdul Wahid menyampaikan bahwa Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat suatu hal yang tidak terpisahkan, karena dalam satu daratan di pulau Sumatera.
Menurutnya, antara Provinsi Riau dengan Kabupaten Tanah Datar terdapat hubungan baik yakni adanya hubungan batin dari raja kecil Siak Sri Indrapura dibesarkan bundo Kandung di Pagaruyung.
“Tentu saya berharap dengan ikatan ini warga IKTD Perantauan dapat bersinergi dengan pemerintah Provinsi Riau. Saling bekerja sama, saling bagi membahu dan berkolaborasi antara pemerintah dan Stakeholder lainnya demi memajukan perekonomian di Provinsi Riau,” jelas Gubri Abdul Wahid.
“Selain itu, mari kita jalin hubungan secara lebih baik dan harmonis dalam rangka membawa Provinsi Riau menjadi negeri yang unggul dan bermartabat. Kita juga berharap masyarakat Minangkabau di perantauan ini dapat meluangkan pemikiran-pemikirannya untuk meningkatkan keberhasilan pembangunan di bumi lancang kuning ini,” tutup Gubri dengan singkat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau Jenri Salmon Ginting AP, M.Si., sangat menyambut baik keberadaan paguyuban Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) di Provinsi Riau.
Ia juga menaruhkan harapan besar kepada kepengurusan IKTD Provinsi Riau agar dapat menjadi mitra strategis dalam membangun Riau ke arah yang lebih cemerlang, gemilang, dan sejahtera.
“Momentum kegiatan penting ini tentunya untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh kerukunan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya di Riau. Dengan persatuan yang kuat, kita bisa bersama-sama membangun Riau yang lebih baik,” ujar Jenri S. Ginting.
Lebih lanjut, Kaban Kesbangpol ini menegaskan bahwa peran IKTD sangat dibutuhkan dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), yang saat ini menaungi 85 paguyuban dari berbagai latar belakang di Riau.
Setiap awal bulan sebutnya, FPK rutin menggelar pertemuan untuk mempererat hubungan antar-paguyuban dan memperkuat sinergi dalam menjaga ketentraman, ketertiban, serta mendukung visi dan misi Gubernur Riau.
“Partisipasi aktif dari IKTD dalam forum ini sangat membantu dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat. Melalui pembauran kebangsaan, kita memastikan Riau tetap menjadi rumah yang aman, damai, dan bersatu bagi semua suku,” tutup Jenri.
Dengan demikian, IKTD diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat jalinan kebersamaan serta mempercepat terwujudnya Riau sebagai provinsi yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (Mirza)













