Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muzli M. Nur, S.Pd sukses melaksanakan reses sidang kedua dalam rangka menampung aspirasi serta usulan masyarakat pada Rabu 4 Januari 2026 bertempat di kediamannya, di Tikalak, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.
Reses sidang kedua dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 9 Februari 2026 dihadiri 30 persen dari kelompok tani dan 70 persen masyarakat. Selain kelompok tani juga turut hadir Wali Nagari Tanjung Beringin serta para Kepala Jorong.
Pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar Muzli M. Nur menyampaikan beberapa poin penting dalam pertemuan bersama masyarakat serta kelompok tani yang hadir, agar lebih paham dengan kebijakan atau program pemerintah yang menyentuh langsung ke masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini masyarakat terdiri dari beberapa kelompok tani di Pasaman antusias mengikuti dan mendengar penjelasan program telah dilaksanakan selama ini,” ujar Muzli M. Nur.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum bagi kita semua untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan memperoleh masukan tentang kebutuhan masyarakat.
“Reses ini adalah kesempatan anggota dewan memperoleh lebih banyak mendengar kebutuhan rakyat. Jika tidak dilakukan dan hanya dilaksanakan beberapa orang saja, maka ini tidak baik dan merugi untuk dapil kita (Pasaman dan Pasaman Barat),” kata Muzli M. Nur.
Batas waktu pengajuan usulan pada bulan Maret 2026. Jika lewat bulan Maret, maka usulan tidak bisa masuk lagi. Tadi ada beberapa masukan yang ditampung dari kelompok tani dan silahkan dipercepat pengusulannya.
Selain itu, lanjut Muzli M. Nur, prioritas masyarakat sekarang adalah masalah ekonomi, ini harus menjadi prioritas anggota DPRD Sumbar bagaimana mengkongkritkan kebutuhan masyarakat.
“Enggak bisa hanya cerita retorika saja, wah saya gagah dan anggota dewan lagi, kalau tidak peduli dengan masyarakat untuk apa, jadi hari ini disampaikan maka kita masukkan untuk direalisasikan untuk tahun 2027,” katanya lagi.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan pelatihan yang benar contohnya adalah dengan berjanji harus ditepati. “Tadi sengaja saya kritik soal kehadiran masyarakat sangat lambat. Diminta datang cepat, tapi ketika acara dimulai pesertanya masih belum ada yang datang,” ujar Muzli M. Nur.
Pihaknya juga terus memberikan bantuan menyeluruh kepada kelompok tani, misalnya dengan beranggotakan 30 orang yang harus aktif secara bersama.
“Kita terus membina kelompok tani, apa yang menjadi kebutuhan dari mereka jangan sampai terputus. Makanya hari ini mereka hadir saya tanya, mereka butuh apa untuk paska produksi panen mungkin becak motor (Bentor) ya kita masukkan usulan ini,” kata Muzli M. Nur. (Zul)













