Pekanbaru, PilarbangsaNews
Serikat Pekerja Riau Pulp PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menggelar Rapat Kerja (Raker) I sebagai momentum penting dalam perubahan afiliasi organisasi serikat pekerja, menyusul bergabungnya serikat tersebut ke dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Perubahan ini menandai peralihan federasi dari Federasi Serikat Pulp dan Kertas Indonesia (FSPK) ke federasi serikat pekerja di bawah naungan KSPSI. Raker ini sekaligus menjadi rapat kerja pertama yang dilaksanakan Serikat Pekerja Riau Pulp setelah resmi berada dalam struktur organisasi KSPSI.
Employee & Industrial Relations Manager Departemen HR PT RAPP, Hermawan S.T., M.M., S.H., menyampaikan bahwa pihak perusahaan menyambut baik dinamika organisasi tersebut. Menurutnya, perubahan dalam tubuh serikat pekerja merupakan hal yang wajar dalam perjalanan organisasi.
“Dinamika organisasi itu sesuatu yang biasa. Yang kami harapkan, ke depan serikat pekerja dapat semakin profesional dan mandiri,” ujar Hermawan.
Ia menilai kolaborasi antara manajemen PT RAPP dan serikat pekerja selama ini telah terjalin dengan sangat baik, mengingat panjangnya sejarah kemitraan perusahaan dengan organisasi serikat pekerja, termasuk dalam lingkup Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
“Kami memiliki sejarah panjang bermitra dengan serikat pekerja dan selama ini hubungan tersebut berjalan sangat baik. Harapan kami, ke depan sinergi ini tetap terjaga,” tambahnya.
Hermawan juga mengapresiasi peran pemerintah provinsi Riau khususnya Kabupaten Pelalawan, yang dinilai aktif memberikan pembinaan baik kepada serikat pekerja maupun pihak pengusaha. Pembinaan tersebut mencakup aspek ketenagakerjaan hingga jaminan sosial bagi pekerja.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang secara konsisten memberikan pembinaan. Kolaborasi ini sangat penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis,” kata Hermawan.
Sebagai anggota asosiasi pengusaha, PT RAPP juga terus berkomitmen menjaga hubungan industrial yang sehat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Kepada para anggota serikat pekerja, Hermawan berpesan agar Rapat Kerja tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan program kerja yang konkret dan berdampak langsung.
“Jangan terjebak pada rutinitas atau seremonial semata. Esensi raker adalah menyusun program kerja satu tahun ke depan yang benar-benar menyentuh kepentingan anggota dan pekerja Riau Pulp,” tutup Hermawan.
Untuk saat ini, jumlah anggota Serikat Pekerja Riau Pulp tercatat lebih kurang sekitar 2.000 orang. Angka tersebut berpotensi bertambah seiring masih adanya pekerja yang belum bergabung dalam keanggotaan serikat.
Rapat Kerja I ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi penguatan peran Serikat Pekerja Riau Pulp dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya secara profesional, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan manajemen perusahaan dan pemerintah. (Mirza)













