Web Hosting
Web Hosting
Berita

UKM Woodball UIR Gelar Event Perdana, Cetak Sejarah Baru Kompetisi Antar Daerah di Riau

163
×

UKM Woodball UIR Gelar Event Perdana, Cetak Sejarah Baru Kompetisi Antar Daerah di Riau

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Woodball Universitas Islam Riau (UIR) mencatat sejarah baru dengan menggelar event perdana cabang olahraga Woodball di Kota Pekanbaru.

 

 

Kompetisi UKM Woodball UIR Turnament 2025 ini digelar di lapangan panahan UIR Pekanbaru ini menjadi ajang pertama yang mempertemukan atlet-atlet Woodball dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau dalam satu kejuaraan resmi.

 

Event yang digelar pada 24–25 Januari 2026 ini diikuti oleh 85 peserta yang berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi, serta perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Riau, Universitas Lancang Kuning, Universitas Islam Riau, dan ITMG Duri.

 

Pembina sekaligus pelatih UKM Woodball UIR, Dr. Oki Candra, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah strategis dalam membangun ekosistem pembinaan woodball di Riau.

 

“Hari ini merupakan event perdana UKM Woodball UIR dan menjadi sejarah baru bagi kompetisi antar kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Dr. Oki, Sabtu (24/01/2026).

 

Dalam kejuaraan ini, panitia menyiapkan sekitar 30 medali yang diperebutkan oleh seluruh peserta. Sistem pertandingan mengedepankan ketepatan dan konsistensi pukulan, sehingga setiap atlet dituntut tampil maksimal di seluruh lintasan.

 

Dr. Oki menjelaskan, pertandingan Woodball terdiri dari 12 lintasan (part) dengan total jarak tidak kurang dari 700 meter. Setiap lintasan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, mulai dari lintasan lurus hingga berbelok, dengan jarak rata-rata sekitar 80 meter atau lebih per part.

 

“Siapa yang paling sedikit jumlah pukulannya, dialah pemenangnya. Dalam satu lintasan, ada atlet yang bisa menyelesaikan dengan lima pukulan, ada juga yang tujuh, tergantung ketepatan dan strategi,” jelasnya.

 

Pada setiap lintasan, atlet harus mengarahkan bola hingga masuk ke gawang berbentuk segitiga. Setelah bola masuk, pertandingan dilanjutkan ke lintasan berikutnya hingga part ke-12.

 

Lebih jauh, Dr. Oki menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan olahraga Woodball, tidak hanya di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA.

 

“Yang terpenting adalah pembinaan berkelanjutan. Kami ingin Woodball tidak hanya berkembang di universitas, tetapi juga mulai dikenalkan dan dibina sejak usia sekolah,” tegasnya.

 

Melalui event ini, UKM Woodball UIR berharap dapat menjadi motor penggerak perkembangan Woodball di Riau sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas. (Mirza)