Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Pasaman menggelar Rapat Kerja (Raker) yang didukung penuh oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Pasaman, Selasa (13/1/2026).
Raker ini sebagai langkah penegasan arah penguatan peran adat dalam kebijakan pembangunan daerah yang terintegrasi dengan visi Pasaman Bangkit.
Raker ini menjadi forum strategis untuk memastikan lembaga adat tidak hanya berfungsi sebagai penjaga nilai budaya, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung tata kelola pemerintahan nagari, pembangunan karakter masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Pembahasan ini difokuskan pada penyelarasan program kerja LKAAM Tahun 2026 dengan visi, misi, dan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pasaman.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa sinkronisasi program LKAAM dengan kebijakan daerah merupakan keharusan agar nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah benar-benar terinternalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan nagari dan kehidupan sosial masyarakat.
Penguatan peran adat dipandang strategis dalam membentuk generasi muda Pasaman yang beriman, beradat, dan memiliki ketahanan nilai di tengah derasnya arus globalisasi.
Raker juga menggarisbawahi masih perlunya penguatan harmonisasi antara Pemerintah Nagari dan Kerapatan Adat Nagari (KAN). Kesamaan persepsi dan pembagian peran yang jelas dinilai penting untuk menciptakan tata kelola nagari yang efektif, partisipatif, dan berkeadilan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dukungan pembiayaan terhadap KAN ditegaskan tetap harus menjadi perhatian, mengingat perannya yang fundamental dalam menjaga marwah dan stabilitas sosial nagari.
Selain itu, penyempurnaan monografi adat salingka nagari menjadi agenda penting yang dipandang mendesak. Monografi adat yang lengkap dan sistematis diperlukan sebagai rujukan resmi dalam penerapan aturan adat.
Penegasan regulasi adat yang implementatif juga menjadi perhatian, agar adat tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam penyelesaian persoalan masyarakat.
Peningkatan kapasitas kelembagaan KAN turut menjadi sorotan, seiring masih ditemukannya KAN yang belum menjalankan fungsi secara optimal. Oleh karena itu, penataan prioritas penganggaran di tingkat nagari diarahkan untuk mendukung program-program penguatan adat, pembinaan generasi muda, dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.
Ketua LKAAM Kabupaten Pasaman, Khairul Dt. Bagindo Kali, menegaskan bahwa penguatan adat harus dilaksanakan secara konsisten dan berorientasi pada penyelesaian persoalan di tingkat nagari.
Menurutnya, berbagai potensi konflik sosial perlu diantisipasi dan diselesaikan secara arif berbasis adat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Teddy Martha, menegaskan bahwa Raker LKAAM merupakan momentum penting untuk memastikan lembaga adat menjadi bagian integral dari sistem pembangunan daerah.
“Sinkronisasi program kerja LKAAM dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pasaman serta program unggulan daerah adalah keharusan. Adat tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus menjadi kekuatan yang menopang kebijakan pembangunan, penguatan karakter masyarakat, dan tata kelola pemerintahan nagari,” tegas Teddy Martha.
Ia menambahkan, Pemerintah Daerah melalui DPM berkomitmen mendorong penguatan kapasitas KAN dan lembaga adat di nagari, baik dari aspek kelembagaan, perencanaan, maupun penganggaran, agar nilai-nilai adat tetap hidup, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan relevan bagi generasi muda Pasaman.
Raker ini diikuti oleh pengurus dan perwakilan LKAAM se-Kabupaten Pasaman serta jajaran DPM Pasaman. Melalui forum tersebut, diharapkan terbangun kesepahaman kebijakan, kolaborasi program, dan harmonisasi peran antara lembaga adat dan pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat nagari.
Penguatan sinergi LKAAM dan DPM Pasaman ini menjadi komitmen bersama untuk menempatkan adat dan budaya sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Pasaman Bangkit yang berkarakter dan berkelanjutan. (Zul)













