Web Hosting
Web Hosting
Berita

FPMI Pekanbaru Jalankan Program Kemajuan Pendidikan Berkebutuhan Khusus

236
×

FPMI Pekanbaru Jalankan Program Kemajuan Pendidikan Berkebutuhan Khusus

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Kota Pekanbaru secara resmi dikukuhkan pada Selasa 9 Desember 2025.

 

 

Ketua FPMI Pekanbaru, Kamizar, S.Pd., M.Pd, mengatakan dalam waktu dekat akan menyelaraskan program-program strategis FPMI dengan AD/ART organisasi, sekaligus menindaklanjuti arahan Pemerintah Kota Pekanbaru, terutama terkait peningkatan kualitas pendidik dan peserta didik pada madrasah inklusif.

 

“Program yang kita susun nanti tentu harus selaras dengan mandat organisasi dan rekomendasi pemerintah, khususnya program yang menyentuh langsung para pendidik dan peserta didik madrasah inklusif,” ujar Kamizar.

 

Ia menjelaskan bahwa FPMI merupakan forum edukasi sekaligus organisasi sosial yang menjadi wadah pengabdian bagi para pendidik madrasah. Melalui forum ini, guru dan kepala madrasah dibekali dengan kemampuan memahami konsep dan praktik pendidikan inklusif.

 

“Di forum ini, para kepala madrasah dan guru akan kita latih agar memahami eksistensi dan pentingnya madrasah inklusif. Mulai dari penyusunan rencana kerja tahunan, jangka menengah hingga jangka panjang,” jelas Kamizar.

 

“Selain pelatihan, FPMI juga akan melakukan pendampingan langsung untuk memastikan implementasi program berjalan efektif, mulai dari manajemen madrasah hingga layanan pembelajaran untuk peserta didik berkebutuhan khusus,” tutupnya.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Drs. H. Syahrul Maulidi, M.A, menegaskan dukungannya terhadap pembentukan Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pekanbaru.

 

Menurutnya, kehadiran forum ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan madrasah, khususnya dalam penerapan pendidikan inklusif yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

 

“Kita tentu mendukung terbentuknya FPMI Pekanbaru ini. Kita berharap forum ini mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan madrasah di Kota Pekanbaru,” ujar Syahrul.

 

Ia menjelaskan bahwa konsep madrasah inklusif menempatkan setiap anak pada derajat yang sama, tanpa memandang kekurangan atau keterbatasan yang dimiliki. Dan juga bahwa semua anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, berhak memperoleh layanan pendidikan yang setara dan bermartabat.

 

“Madrasah inklusi itu artinya menerima seluruh siswa tanpa melihat kekurangannya, karena mereka sama sederajat dan berhak mendapatkan pendidikan,” tegas Kakan Kemenag kota Pekanbaru.

 

“Program madrasah inklusi menempatkan anak berkebutuhan khusus sejajar dengan anak-anak lainnya. Mereka tidak dipisahkan, tetapi diberi ruang tumbuh bersama,” tutupnya.

 

Wali Kota Pekanbaru melalui Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Sarbaini mengatakan pemerintah kota Pekanbaru berkomitmen memastikan bahwa seluruh peserta didik termasuk anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang sama, layak, berkualitas, dan penuh kasih.

 

“Pendidikan inklusif bukan hanya konsep, tetapi merupakan wujud nyata dari tanggungjawab moral dan sosial bagi kita bersama. Saya berharap FPMI Pekanbaru ini dapat menjadi penguatan kapasitas bagi para pendidik madrasah serta membangun kemitraan dengan semua pihak,” jelas Sarbaini.

 

“Kami mengajak kepada seluruh komponen pendidikan untuk terus bersemangat, berinovasi, dan memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif. Mari kita bersama-sama menghadirkan generasi Pekanbaru yang cerdas, berakhlak mulia dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” imbuhnya. (Mirza)