Padang, PilarbangsaNews
Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi pendidikan tinggi, Universitas Dharma Andalas (Unidha) tampil sebagai kampus swasta yang tumbuh dari akar budaya lokal, namun tak ragu menatap cakrawala internasional.
Dalam berkesempatan berbincang dengan Rektor Unidha, Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS., disebutkannya bahwa Unidha bukan kampus raksasa. Tapi yang besar itu komitmen dan tanggung jawabnya terhadap masa depan anak-anak bangsa.
Bagi Prof Novesar kepercayaan masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya terhadap Unidha, adalah amanah besar untuk anak bangsa yang tidak boleh diabaikan.
“Mahasiswa yang datang ke Unidha ini bukan semuanya berasal dari keluarga mampu. Banyak di antara mereka yang berasal dari latar belakang sederhana, namun memiliki semangat belajar dan tekad yang luar biasa. Maka tugas kami untuk mengajar serta membimbing mereka. Kami bahkan menyediakan beasiswa untuk anak yatim piatu di Unidha,” ttambah Novesar Jamarun, Selasa (27/5/2025).
Keunggulan Unidha, bukan hanya terletak pada gedung bertingkat atau fasilitas mewah, tetapi pada kedekatan hubungan antara dosen dan mahasiswa, serta atmosfer akademik yang ramah namun disiplin.
Ketika ditanya tentang arah pengembangan Unidha kedepan, Rektor menyampaikan akan terus maju dengan semangat pembaruan, mengembangkan digitalisasi, meningkatkan akreditasi, dan memperluas jejaring internasional.
“Kami menanamkan budaya kerja yang sehat dan etos akademik yang kuat. Dengan fondasi itu, setiap kemajuan teknologi akan benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” kata Rektor Prof Novesar Jamarun.
Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan Unidha adalah peningkatan mutu dosen melalui studi lanjut, penguatan kolaborasi riset dengan kampus luar negeri, serta pembenahan sistem administrasi dan akademik berbasis layanan.
“Kita sudah mulai student exchange, beberapa dosen sedang terlibat riset bersama mitra dalam dan luar negri, dan kita dorong semua prodi untuk terbuka terhadap inovasi. Namun kami tidak ingin sekadar cepat, tapi juga tepat,” katanya tegas.
Saat diminta menyampaikan pesan kepada calon mahasiswa dan orang tua, Prof Novesar Jamarun mengatakan, bahwa kuliah di Unidha bukan sekadar nomor induk. Di Unidha setiap mahasiswa punya potensi. Tugas kampus adalah menyalakan potensi itu, bukan menghakiminya.
Ia juga menekankan bahwa lulusan Unidha tidak diarahkan untuk sekadar mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, beradaptasi dengan zaman, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan moral.
“Ilmu itu penting, tapi karakter jauh lebih penting. Kami ingin alumni kami cerdas, tapi juga jujur. Berdaya saing, tapi juga tahu diri. Profesional, tapi tetap peduli dengan masyarakat,” tutup Rektor Prof Novesar Jamarun. (Zul)













