Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Media Centre Tanggap Bencana kembali merilis perkembangan terbaru penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 24.00 WIB, proses penanganan di lapangan terus dilakukan secara terpadu oleh BPBD, TNI-Polri, perangkat nagari, serta para relawan.
Banjir dan longsor yang terjadi sejak 21 November 2025 merupakan dampak dari tingginya intensitas curah hujan di hampir seluruh kecamatan. Kondisi ini memicu meluapnya sungai, amblasnya badan jalan, serta kerusakan fasilitas umum dan lahan pertanian.
11 Kecamatan Terdampak
Sebanyak 11 kecamatan tercatat mengalami dampak paling signifikan, yakni Koto XI Tarusan, Bayang, IV Nagari Bayang Utara, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal dan Air Pura.
Dampak Bencana: 81.550 Jiwa Terdampak
Hingga laporan ini diterbitkan, jumlah masyarakat terdampak mencapai 81.550 jiwa atau 16.310 KK. Tidak terdapat korban meninggal dunia, namun 1 orang warga Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian tim gabungan. Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Kerusakan cukup luas terjadi pada infrastruktur vital, di antaranya:
10 unit jembatan rusak atau putus.
4 ruas jalan provinsi/kabupaten amblas pada titik rawan.
13 unit sekolah, 6 sarana ibadah, 4 fasilitas kesehatan, dan 1 kantor nagari mengalami kerusakan.
Perkiraan nilai kerugian dan kerusakan mencapai Rp266,08 miliar.

Data yang dirilis BPBD Provinsi Sumatera Barat
Kerusakan Lahan Pertanian dan Peternakan
Total 1.320 hektare sawah dan ladang terdampak banjir, tersebar di 10 kecamatan.
Kerugian sektor peternakan mencakup 1.220 ekor unggas dan 78 ekor sapi yang hilang/mati akibat bencana tersebut.
Kebutuhan Mendesak di Lapangan
Pemkab Pesisir Selatan masih membutuhkan tambahan bantuan untuk percepatan penanganan darurat, berupa:
Perahu karet + mesin tempel (5 unit)
Chain saw (5 unit)
APD (65 paket)
Paket sembako (3.000 paket)
Family kit (2.000 paket)
Terpal (100 lembar)
Bantuan yang Telah Disalurkan
Hingga Sabtu (29/11/2025) malam, pemerintah daerah telah mendistribusikan:
200 paket sembako
100 selimut
100 family kit
100 kasur
2 unit tenda pengungsi
50 unit tenda keluarga
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Pemerintah daerah menetapkan Status Tanggap Darurat bencana banjir dan longsor selama 14 hari, mulai 24 November hingga 7 Desember 2025, melalui SK Bupati Nomor 100.3.3.2/354/Kpts/BPT-PS/2025.
Kunjungan dan Giat Lapangan
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama Anggota DPR RI Komisi VIII Lisda Hendrajoni, terus melakukan meninjau sejumlah titik jalan dan jembatan yang putus atau amblas akibat bencana. Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan penanganan di lapangan serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik. (gk)













