Web Hosting
Web Hosting
Berita

Tawuran, Kapolda Sumbar dan Wali Kota Padang

186
×

Tawuran, Kapolda Sumbar dan Wali Kota Padang

Sebarkan artikel ini

Oleh Adrian Tuswandi (Ketua Jaringan Pemred Sumbar)

 

 

Tawuran remaja masih terjadi. Terus menanarkan semua mata saat membaca berita di media maupun informasi di media sosial (Medsos). Kejadian berulang. Banyak cerita iba dampak dari tawuran. Diamkah aparat maupun pemerintah kota? Ternyata tidak.

 

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, begitu memulai tugas di Ranah Minang teriakannya sangat lantang. Sumbar termasuk di Kota Padang harus bebas dari tawuran dan balap liar.
Bahkan banner dukungan atas tegasnya Pak Kapolda bermunculan dari berbagai tokoh publik di Padang khususnya dan di Sumbar umumnya.

 

Jenderal bintang dua ini pun meningkatkan patroli malam
pada Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), menyasar lokasi rawan tawuran dan balap liar.

 

Selain itu, merangkul para pelajar melalui program Siswa Sahabat Kapolda. Para siswa itu mengampanyekan kepada siswa lainnya tidak terlibat tawuran.

 

Kapolda juga memasifkan Gerakan Subuh Berjamaah. Upaya ini untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, sehingga tawuran dan balap liar bisa ditekan.

 

Seminggu di awal Ramadhan, tawuran pecah di Simpang Haru, Padang. Remaja-remaja diamankan Tim Gerak Cepat pihak kepolisian. Semua pelaku diangkut dengan mobil polisi dari Polresta Padang ke Polda Sumbar, bahkan kabarnya orang tua pelaku pun ikut naik mobil patroli kepolisian.

 

“Ang buek juo lai, malu mande nak oii, naik oto polisi ko a,” (Kamu buat juga lagi. Malu Ibu nak, naik mobil polisi ini). Mungkin itu ucapan si ibu kepada anaknya saat diangkut ke Mapolda Sumbar.

 

Kota Padang memang punya sejarah panjang perilaku tawuran. Dulu, pelaku tawuran mahasiswa. Tapi, kini tawuran dilakukan remaja dengan latar belakang keluarga disharmonis, remaja broken home hingga putus sekolah. Perilaku berkelompok ini seperti ada komando center-nya untuk menggerakkan tawuran. Korban sudah berjatuhan, ada yang meninggal dunia, ada  juga yang cacat akses dari tawuran itu.

 

Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat kampanye juga meneriakkan program unggulannya yaitu Padang Juara dan Dubalang Kota. Tentu banyak warga pecinta kenyamanan berharap 100 hari Fadly Amran menjadi Wali Kota Padang bisa meminimalisasi kejadian tawuran di Padang Kota Tercinta ini,

 

Dubalang Kota Padang, mungkin bisa menjadi  solusi pendekatan kultural berbasis kelurahan, untuk meredam aksi tawuran. Tapi, bagaimana realisasi atas Dubalang Kota yang akan menjadi garda terdepan Padang kota aman, nyaman dan tentram itu? Pirantinya memang sudah oke. Tapi mungkin belum terlaksana soal regulasi dan dukungan anggaran.

 

Sementara lewat kebijakan cepat Wali Kota membuat Satuan Tugas (Satgas) gabungan terdiri dari berbagai aparatur lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan komando operasinya Satpol Kota Padang.

 

Selain itu Fadly Amran juga harus duduk berkoordinasi dengan Polri dan TNI di Padang untuk berkolaborasi dan bersinergi menekan tawuran atau kejahatan sosial lainnya di Padang.

 

Menjadikan Padang sebagai kota ternyaman adalah pekerjaan rumah (PR) yang berat terhadap duet pimpinan Padang, Fadly-Maigus, serta stakeholders lainnya.

 

Antisipasi dini tawuran sendiri selain menyerahkan pengawasan kepada orang tua, tentu melihat modus tawuran belakangan ini, piranti cyber security harus difungsikan. Silahkan alat teknologi informasi bekerja untuk menangkal terjadi tawuran. Pasalnya dari penggalian info yang dilakukan banyak pihak, pesan di Whatsapp group yang menjadi titik informasi tawuran, kapan dan di mana. Pesan Whatsapp group pelaku, bisa saja pakai sandi, tentu pihak analisis cyber bisa mendeteksi dari kejadian tawuran sebelum ini.

 

Saya dan banyak pecinta kota nyaman dan aman sangat berharap Kapolda dan Wali Kota serta Kapolresta bisa mengentaskan tawuran di Kota Padang ini, bagaimana pola penanganannya.

 

Publik ingin tahu Padang, tanpa tawuran dan menjadi kota percontohan nasional menyikat tawuran berkat Kapolda Hebat dan Walikota Hebat. (**)