Web Hosting
Web Hosting
Berita

Rakor Percepatan Pelaksanaan Program MBG, Pasaman Ajukan 4 SPPG kepada BGN

465
×

Rakor Percepatan Pelaksanaan Program MBG, Pasaman Ajukan 4 SPPG kepada BGN

Sebarkan artikel ini

Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews

 

 

Bupati Pasaman Welly Suhery secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didampingi Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe, di Ruang Rapat Bupati Pasaman, Jumat (1/8/2025).

 

Bupati Pasaman Welly Suhery mengungkapkan bahwa rapat ini menghadirkan berbagai unsur penting baik dari perangkat daerah maupun instansi vertikal. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua DPRD Pasaman Nelfri Affandi, Forkopimda Pasaman, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Tim Koordinasi dan Fasilitasi Makan Bergizi Gratis Kabupaten Pasaman, Kepala Badan Pusat Statistik, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Kepala Perwakilan Badan Inteligen Nasional, Asisten, Kadis Perikanan dan Pangan, BUMD, Direktur Rumah Sakit Imam Bonjol dan PLN.

 

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Yasrin Syahputra menjelaskan, bahwa data sasaran penerima manfaat MBG berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman yaitu sebanyak 74.518 Siswa yang tersebar di 12 kecamatan dan 62 nagari se-Kabupaten Pasaman.

 

Disampaikan M. Yasrin, data penerima manfaat MBG berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman yaitu sebanyak 27.340 jiwa yang
terdiri dari ibu hamil 1.985 jiwa, ibu menyusui 5.530 jiwa dan Balita
19.825 jiwa. Sehingga total penerima MBG keseluruhan yaitu 101.858 jiwa. Jika kemudian satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengelola sebanyak 3.000 penerima manfaat berarti Pasaman membutuhkan sebanyak 34 SPPG.

 

M. Yasrin juga menjelaskan, bahwa data sekolah penerima MBG saat ini sebanyak 11 sekolah terdiri 3 unit SMP, 7 unit SD dan 1 unit MTsN. Maka total keseluruhan yang telah penerima manfaat MBG yaitu sebanyak 3.313 siswa.

 

Pemerintah Daerah saat ini mengusulkan 4 titik calon lokasi SPPG ditetapkan melalui surat Bupati Pasaman Nomor: 523/149/DPP/VI/2025 tanggal 12 Juni 2025 tentang Perihal Usulan Lokasi SPPG Kabupaten Pasaman kepada Kepala Badan Gizi Nasional.

 

Adapun 4 (empat) titik lokasi tersebut yakni di Kecamatan Lubuk Sikaping lokasi Workshop Alkal seluas 15.910 M2 di Nagari Tanjuang Baringin. Lokasi kedua Kecamatan Panti, tanah kosong 10.000M2 di Desa Murni Nagari Panti, lokasi ketiga yakni di Kecamatan Rao Utara berupa fasum seluas 33.000 m2 di Nagari Koto Rajo sedangkan lokasi keempat adalah Kecamatan Tigo Nagari, Lokasi di Kantor Camat seluas 6.046 M2 di Nagari Ladang Panjang.

 

M. Yasrin mengatakan, bahwa data-data yang berkaitan dengan masing-masing lokasi juga sudah diajukan ke Badan Gizi Nasional dan saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut tentang kelanjutan usulan tersebut.

 

Menyikapi terkait hal tersebut, Bupati Welly Suhery mengatakan, saat ini di Kabupaten Pasaman sudah terdapat satu SPPG dengan penerima manfaat sebanyak 3.313 siswa. Selain itu, launching MBG juga telah dilaksanakan di MTsN 1 Pasaman 22 Mei 2025 yang lalu.

 

Dikatakan Welly Suhery, dengan kondisi 1 satu SPPG ini masih jauh dari jumlah SPPG yang ideal untuk seluruh penerima MBG di Pasaman. Untuk itu kita sudah mengusulkan lahan milik daerah yang dapat dijadikan sebagai lokasi dapur kepada BGN sebagai upaya menambah jumlah dapur di Kabupaten Pasaman.

 

Dikatakan Welly Suhery, program MBG yang telah berjalan beberapa bulan ini bukan hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Gizi yang baik adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif. Anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi akan lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih siap untuk belajar.

 

Saat ini program makan bergizi gratis memberikan makan kepada siswa. Pogram ini tentu bukan tanpa kendala, mulai dari distribusi makanan, keterlibatan sekolah, hingga pengawasan kualitas dan gizi makanan yang disediakan. Oleh karena itu, rapat koordinasi dan evaluasi ini terasa sangat penting, agar semua permasalahan bisa dilihat secara objektif.

 

Dikatakan Welly Suhery, dengan adanya Rakor MBG ini agar dijadikan ruang musyawarah untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi lintas sektoral. “Kordinasi dan evaluasi hari ini agar program MBG kita di Pasaman berjalan dengan lebih baik, lebih efektif, dan lebih bermanfaat bagi seluruh anak-anak serta masyarakat Pasaman,” kata Bupati Welly Suhery. (Zul)