Web Hosting
Web Hosting
Berita

Aliansi BEM Sampaikan Aspirasi Soal RS dan Infrastruktur, Welly Suhery Minta OPD Tingkatkan Kinerja

105
×

Aliansi BEM Sampaikan Aspirasi Soal RS dan Infrastruktur, Welly Suhery Minta OPD Tingkatkan Kinerja

Sebarkan artikel ini

Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Koordinator Daerah II Sumatera Barat yang terdiri dari mahasiswa STAI Lubuk Sikaping, ITS Khatulistiwa, Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat, dan IAI YAPTIP mengapresiasi sikap terbuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman dalam menerima audiensi mahasiswa serta memberikan ruang dialog yang konstruktif untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat.

 

 

Meski berlangsung pada hari libur, Bupati Pasaman Welly Suhery bersama jajaran Pemkab Pasaman tetap menyambut dan menerima audiensi mahasiswa pada Sabtu (20/6/2026) di Ruang Tamu Rumah Dinas Bupati Pasaman.

 

Audiensi yang dipimpin Koordinator Wilayah II BEM Sumatera Barat, Ridho Kurnia, turut dihadiri Staf Ahli Bupati Pasaman Ikhsan, Hendra Kurniawan, dan William Hutabarat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Asrial Arfandi Hasan, Asisten Administrasi Umum Roichard, Kepala Bappeda Silfia Evayanti, Kepala Dinas Pendidikan Muslim, Kepala Dinas PUPR Choiruddin Batubara, Kepala Dinas Kesehatan Yong Marzuhaili bersama Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kepala Dinas Sosial, Arma Putra.

 

Selain itu juga turut hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman, Asnil, Kepala BKPSDM Deswin Adia Putra, Kepala Bakeuda M. Yasrin, Kepala Dinas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup (PRKPPLH), Hasrizal, Perwakilan Dinas KUPTK dan Dinas Pertanian serta sejumlah kepala OPD terkait lainnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi dan keprihatinan terkait berbagai persoalan pembangunan yang masih dihadapi Kabupaten Pasaman, mulai dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan hidup di tengah kondisi efisiensi fiskal yang sedang berlangsung.

 

Ridho Kurnia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial memiliki tanggung jawab untuk mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, pemerataan pembangunan dan peningkatan infrastruktur harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kualitas pelayanan kesehatan serta ketersediaan fasilitas dan peralatan medis di RSUD Pasaman.

 

“Masih banyak masyarakat yang memilih berobat ke rumah sakit swasta dibandingkan RSUD. Kami melihat persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama dari sisi pelayanan,” ujar Ridho.

 

Mahasiswa juga mempertanyakan perkembangan realisasi program rumah layak huni yang telah dijalankan pemerintah daerah. Presiden Mahasiswa STAI YDI Lubuk Sikaping, Khairum Min Alfissyahrin, turut menyampaikan berbagai masukan masyarakat terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah Pasaman yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.

 

Hal senada disampaikan Haikal, perwakilan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat. Ia menyebut banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan dan berharap persoalan tersebut dapat dibahas bersama untuk melahirkan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.

 

“Kami berharap berbagai persoalan ini dapat dikaji secara komprehensif sehingga menghasilkan solusi yang tepat demi kemajuan Kabupaten Pasaman,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua BEM ITS Khatulistiwa, Rengga, menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur jalan sekaligus mendorong penguatan perguruan tinggi yang ada di Pasaman agar semakin diminati generasi muda daerah.

 

“Ketika anak-anak Pasaman memilih melanjutkan pendidikan di daerah sendiri, secara tidak langsung mereka turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga menyatakan komitmennya untuk mendukung visi dan misi “Pasaman Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan” serta siap berpartisipasi dalam pengawasan pembangunan apabila diberikan ruang oleh pemerintah daerah.

 

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Bupati Pasaman Welly Suhery mengapresiasi semangat mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah dalam proses pembangunan daerah.

 

“Niat baik adik-adik mahasiswa tentu kami dukung. Pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik yang konstruktif demi mewujudkan visi dan misi pembangunan Pasaman dalam lima tahun kedepan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ekonomi, maupun perlindungan anak,” ujar Bupati Welly.

 

Bupati Welly juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus meningkatkan kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Saya minta pelayanan di rumah sakit dan Puskesmas terus ditingkatkan. Selain itu, sosialisasi berbagai program dan layanan pemerintah kepada masyarakat harus lebih maksimal agar informasi dapat diakses dengan mudah,” tegasnya.

 

Bupati Welly menjelaskan bahwa berbagai program yang dijalankan Pemkab Pasaman, termasuk program berobat gratis dan pelayanan bajak gratis, disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan data yang akurat guna meningkatkan kesejahteraan warga.

 

Terkait pembangunan infrastruktur, ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan merupakan salah satu komitmen utama pemerintah daerah. Wilayah Rao Utara, Mapat Tunggul, Mapat Tunggul Selatan, dan Dua Koto disebut sebagai daerah prioritas yang membutuhkan perhatian lebih.

 

Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan. Namun demikian, pemerintah terus berupaya mencari dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.

 

“Pembangunan infrastruktur yang merata merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

 

Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, turut mengapresiasi dialog yang berlangsung antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang diskusi semata, tetapi mampu melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

 

Menurutnya, mahasiswa harus menjadi agent of change sekaligus penyambung aspirasi masyarakat dalam menyampaikan informasi dan mengawal pembangunan.

 

“Pemkab Pasaman sangat terbuka terhadap berbagai masukan konstruktif demi kemajuan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan publik untuk mewujudkan Pasaman Bangkit, Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan menjadi cita-cita bersama di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian,” ungkapnya.

 

Audiensi diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dan jajaran pemerintah daerah, serta foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus membangun komunikasi yang konstruktif dan berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Pasaman. (Zul)