Pekanbaru, PilarbangsaNews
Temu Kangen Rimbawan Riau yang mengangkat tema gerak bersama dalam membangun sinergitas HAE-IPB Komda Riau untuk mendukung pembangunan Provinsi Riau telah dilaksanakan pada Minggu, 23 Februari 2025.
Wahyu, S.Hut sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun rencana kerja tahun 2025 serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dalam bidang kehutanan.
Agenda ini bertujuan untuk menjalin kolaborasi yang erat antara alumni dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan sektor kehutanan di Riau.
Tema yang diusung, “Gerak Bersama dalam Membangun Sinergitas IPB Komda Riau untuk Mendukung Pembangunan Provinsi Riau”, menegaskan peran strategis alumni dalam berbagai program pembangunan lingkungan.
“Sesuai dengan visi dan misi kami, sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebijakan dan program kehutanan di Riau. Salah satu program nasional yang akan kami dukung adalah Folu Net Sink 2030, sebuah inisiatif untuk mencapai keseimbangan emisi karbon melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ujar Wahyu.
Tercatat, alumni yang hadir berasal dari angkatan 17, merupakan lulusan sekitar tahun 1980, hingga alumni-alumni yang lebih muda. Secara keseluruhan, jumlah alumni aktif di Riau mencapai 225 orang, dengan 120 orang di antaranya menghadiri pertemuan ini.
“Alumni IPB memiliki peran besar dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah, terutama dalam pelestarian lingkungan dan kehutanan. Kami berharap program kerja yang telah disusun dapat berkontribusi positif terhadap keberlanjutan ekosistem di Riau,” sebut Wahyu.
Ketua Alumni Fahutan IPB Riau Mansyur HS mengatakan dalam pertemuan ini, tiga program utama menjadi fokus utama, yakni solidaritas, sinergitas, dan edukasi lingkungan. Ia menyebutkan bahwa solidaritas di antara alumni merupakan hal yang sangat penting.
“Solidaritas berarti menjaga kebersamaan dan saling membantu sesama alumni. Jika ada yang mengalami kesulitan ekonomi, kesulitan mencari pekerjaan, atau menghadapi musibah, maka menjadi tanggung jawab kita untuk saling menopang. Kita semua berada dalam satu ikatan yang sama,” ujar Mansyur HS.
Program kedua yang diusung adalah sinergitas. Sebagai kaum intelektual yang memiliki keahlian di bidang kehutanan, para alumni diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Riau.
“Kita tidak hanya berkumpul dan berdiskusi, tetapi juga harus memberi masukan kepada pemerintah, khususnya pemerintahan yang baru. Kita harus berperan aktif dalam menyumbangkan ide dan solusi terbaik bagi pengelolaan lingkungan dan hutan di Riau,” tambahnya.
Program ketiga yang tidak kalah penting adalah edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Melalui berbagai kegiatan, seperti menggambar pohon untuk anak-anak, penanaman pohon bagi pelajar SMP, hingga lomba pantun bertema kehutanan, alumni berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.
“Kita ingin anak-anak memahami bahwa hutan memiliki peran penting dalam kehidupan. Mereka harus tahu bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Alumni IPB Riau Ma’mud Murad Kegiatan ini mendapat dukungan penuh serta apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para alumni yang berharap program tersebut dapat menjadi pedoman bagi seluruh anggota, dan rapat kerja guna menyusun program kerja yang realistis dan aplikatif.
Dengan adanya sinergi yang baik menurut ma’mun Murad, diharapkan program kerja yang disusun dapat selaras dengan kebijakan pusat, sehingga menghasilkan manfaat optimal bagi para alumni serta masyarakat luas.
“Kita berada dalam perahu yang sama, sehingga harus ada sinkronisasi dalam penyusunan program kerja. Harapannya, program kerja yang ada di Himpunan Alumni IPB dapat menjadi panduan bagi Komda Riau dalam menyusun kegiatan mereka,” ujar Murad.
Ditambahkannya, sangat penting menjaga semangat kekeluargaan dan solidaritas di antara para alumni juga menjadi sorotan utama. Alumni IPB di Riau berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti pertanian, peternakan, kedokteran hewan, dan teknologi pangan. Oleh karena itu, mereka diharapkan dapat saling mendukung dalam berbagai bidang agar tercipta alumni yang kuat dan maju.
Lebih jauh, alumni IPB di Riau diingatkan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Sebagai bagian dari masyarakat, mereka memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang menjadi potensi utama Provinsi Riau.
“Kita harus berjalan seiring dengan pemerintah daerah serta memanfaatkan potensi alam yang ada di Riau untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” tutup Ma’mun Murad. (Mirza)













