Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Warga Ngalau Gadang, Kabupaten Pesisir Selatan, kini bisa bernafas lega. Pemerintah Daerah memastikan jembatan Limau Limau, Nagari Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, yang putus akibat banjir bandang akan segera dibangun kembali.
Kepastian ini menjadi angin segar setelah wilayah tersebut terisolasi akibat bencana banjir bandang. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, bersama ahli jembatan, telah melakukan survei lapangan pada hari Senin (5/1/2026).
Survei ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Pesisir Selatan, Sekretaris Camat Bayang Utara, Wali Nagari Limau Gadang, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.
Dari hasil survei, ada tiga opsi untuk membuka akses ke Ngalau Gadang. Opsi tersebut meliputi pembangunan jembatan dengan gorong-gorong baja tipe Aramco, jembatan Bailey dan jembatan gelagar besi tipe IWF. Jembatan Bailey dan jembatan gelagar besi IWF dinilai sebagai solusi yang paling memungkinkan dan aman untuk segera dibangun.
Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal, menekankan urgensi pembangunan jembatan ini. “Kondisi Ngalau Gadang sudah lebih dari 40 hari terisolasi. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat benar-benar terganggu. DPRD Pesisir Selatan siap mendukung penuh pembangunan jembatan ini, baik dari sisi anggaran maupun pengawasan,” kata Novermal.
Pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan jembatan Bailey dari pemerintah pusat. Selain itu sebagai alternative, Bupati Pesisir Selatan menyiapkan pembangunan jembatan gelagar besi IWF dengan sumber dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan CSR.
Ngalau Gadang merupakan wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025. Bencana tersebut menyebabkan 10 rumah hanyut dan tertimbun longsor, 13 rumah terancam longsor susulan dan 120 rumah warga terisolasi.
Putusnya jembatan Limau Limau menyebabkan wilayah tersebut terisolasi total. Saat ini, warga dan prajurit TNI-AD baru mampu membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui sepeda motor.
Pemerintah daerah dan DPRD menilai pembangunan jembatan permanen sangat mendesak. Jika tidak segera dibangun, keterbatasan akses dikhawatirkan akan memperburuk kondisi sosial, pendidikan, dan perekonomian 678 jiwa penduduk yang menghuni Nagari Ngalau Gadang. (gk)













