Pekanbaru, PilarbangsaNews
Program bantuan internet gratis dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terbukti memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan, termasuk dalam hal ini salah satunya di SDN 195 Pekanbaru.
Kepala sekolah, Yoyon Siswanto, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas fasilitas yang telah membantu proses belajar mengajar di sekolah tersebut selama satu tahun terakhir.
“Kita sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan internet gratis ini. SDN 195 Pekanbaru menjadi salah satu sekolah yang menerima fasilitas tersebut, dan manfaatnya benar-benar dirasakan setiap hari oleh para guru dan siswa,” ujar Yoyon.
Belum lama ini, Komisi I DPR RI berkunjung langsung ke SDN 195 Pekanbaru untuk memastikan bahwa program internet gratis dari Kemkomdigi berjalan sesuai komitmen. Dari hasil pengecekan, layanan memang berfungsi optimal dan telah dipergunakan secara aktif oleh seluruh warga sekolah.
“Ternyata bukan hanya simbolis. Wi-Fi benar-benar aktif dan sangat membantu, akses internet ini menjadi kebutuhan penting seiring perkembangan zaman, terutama dalam penerapan pembelajaran berbasis digital,” jelas Yoyon.
Selama satu tahun berjalan, internet gratis tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan diantaranya, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara daring dan asesmen digital untuk Siswa kelas V, Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk Siswa kelas VI.
“Dan juga untuk kegiatan belajar mengajar harian bagi tenaga pendidik yang memanfaatkan koneksi internet untuk mengunduh materi pembelajaran, mencari referensi video edukasi dari YouTube, hingga mempermudah pembuatan bahan ajar digital,” tambah Yoyon.
Menurutnya, di awal penggunaan jaringan Wifi tersebut sekolah sempat mengalami beberapa kendala teknis. Namun pihak sekolah langsung melaporkan dan mendapatkan respons cepat dari operator jaringan.
“Alhamdulillah, sekarang jaringan sudah sangat optimal. Jika ada kendala, kami tinggal menghubungi operator, dan mereka cepat menangani. Harapan kami, sinyal selalu optimal dan tidak lelet. Karena ini sangat penting untuk pembelajaran siswa maupun tenaga pendidik,” tutupnya. (Mirza)










