Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, Sabtu (27/9/2025) terlihat meriah. Ratusan anak-anak PAUD dan TK duduk berjejer dengan krayon warna-warni di tangan mereka. Sementara di sisi lain panggung, para remaja dan ibu-ibu tampil anggun membawakan busana baju kurung, pakaian tradisional yang sarat makna budaya.
Semua itu adalah bagian dari rangkaian lomba mewarnai tingkat PAUD dan lomba fashion show baju kurung yang digelar Forum Komunikasi Seni Pasaman (Forkonipas) bersama Himpaudi Kabupaten Pasaman, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pasaman ke-80.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga wadah membangun kreativitas, kecintaan budaya, dan kepercayaan diri anak-anak serta generasi muda.
Anak-anak yang ikut lomba mewarnai adalah generasi emas kita. Melalui warna, mereka belajar mengungkapkan imajinasi sekaligus melatih motorik halus. Untuk remaja dan dewasa, lomba baju kurung adalah cara kita menjaga identitas budaya agar tetap dicintai generasi muda,” ucap Welly.
Hadir pula jajaran Forkopimda, Bunda PAUD, Ketua GOW, Ketua Bundo Kanduang, para kepala OPD, serta penggiat pendidikan anak usia dini. Kehadiran mereka menambah semarak dan dukungan penuh terhadap acara yang sarat makna tersebut.
Antara Imajinasi dan Identitas Budaya
Lomba mewarnai seakan membuka dunia imajinasi anak-anak. Dengan coretan polos, mereka bebas menuangkan mimpi dan ceritanya. Sementara itu, lomba baju kurung menghadirkan keelokan busana tradisional Minangkabau yang tetap relevan di era modern.
Ketua Forkonipas, Delsi Syafei, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memeriahkan HUT Pasaman, tetapi juga sebagai media penyaluran bakat. “Kami ingin anak-anak dan generasi muda memiliki wadah untuk menunjukkan potensi, sekaligus mengenal lebih dekat seni dan budaya lokal,” jelasnya.
Hadiah untuk Sang Juara
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah uang pembinaan kepada para pemenang. Untuk lomba mewarnai: Juara I Rp300.000, Juara II Rp200.000, Juara III Rp100.000, serta Harapan I–III masing-masing Rp50.000. Sedangkan untuk lomba baju kurung: Juara I Rp400.000, Juara II Rp300.000, Juara III Rp200.000, dan Juara Favorit Rp150.000.
Meriah, Hangat, dan Bermakna
Kemeriahan acara ini tidak hanya tampak dari riuh tepuk tangan penonton, tetapi juga dari wajah gembira anak-anak yang bangga menampilkan hasil karya mereka.
Seperti dikatakan Bupati, Pasaman punya cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. Dan dari ruang-ruang sederhana seperti lomba mewarnai hingga panggung budaya baju kurung inilah, fondasi generasi kreatif, berbudaya, dan berkarakter mulai dibangun. (Zul)













