Web Hosting
Web Hosting
Berita

DLHK Pekanbaru Tata Ulang Pola Penyapuan Jalan, Efektivitas Kerja Jadi Prioritas 2026

200
×

DLHK Pekanbaru Tata Ulang Pola Penyapuan Jalan, Efektivitas Kerja Jadi Prioritas 2026

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mulai melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sistem kerja penyapu jalan.

 

 

Langkah ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Reza Aulia Putra, pada Kamis (15/01/26) dengan melibatkan ratusan tenaga penyapu jalan dan para mandor.

 

Reza menegaskan, penataan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan pemerataan beban kerja para penyapu jalan pada tahun 2026. Selama ini, DLHK menemukan ketimpangan dalam penempatan personel, baik dari sisi jumlah mandor maupun tenaga penyapu di sejumlah kecamatan dan titik kerja.

 

“Selama ini ada wilayah yang kelebihan mandor dan penyapu jalan, tapi di sisi lain ada juga yang kekurangan. Itu yang kami evaluasi dan benahi,” ujar Reza.

 

Dalam apel tersebut, DLHK melakukan pembagian ulang tugas penyapu jalan dengan pendekatan berbasis domisili. Penempatan kerja diprioritaskan sedekat mungkin dengan tempat tinggal masing-masing petugas, sesuai data Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja karena petugas tidak lagi harus menempuh jarak jauh menuju lokasi kerja.

 

“Bukan berarti semuanya mutlak ditempatkan di kecamatan tempat tinggalnya. Kalau di wilayah itu sudah penuh, kami carikan lokasi terdekat lainnya. Intinya, jarak tempuh dipersingkat agar pekerjaan lebih efektif,” jelasnya.

 

Reza mencontohkan, selama ini terdapat petugas yang berdomisili di Kecamatan Bina Widya namun harus bekerja di Tenayan Raya, dan sebaliknya diwilayah lain. Kondisi tersebut dinilai tidak efisien dan berdampak pada kinerja di lapangan.

 

Selain penataan penyapu jalan, DLHK juga memangkas jumlah mandor secara signifikan. Dari sebelumnya 50 orang, kini jumlah mandor dikurangi menjadi 25 orang. Meski demikian, Reza memastikan tidak ada mandor yang diberhentikan.

 

“Mandor yang tidak lagi ditugaskan di posisi lama kami pindahkan ke unit lain yang lebih membutuhkan. Tidak ada pemecatan, hanya penyesuaian posisi sesuai porsi dan kebutuhan,” tegasnya.

 

Saat ini menurut Reza, jumlah total personel penyapu jalan di bawah DLHK mencapai sekitar 670 orang. Idealnya, satu orang penyapu jalan menangani ruas sepanjang 750 meter hingga maksimal satu kilometer, dengan fokus utama pada jalan-jalan protokol yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat tinggi.

 

“Seluruh petugas penyapu jalan bekerja selama delapan jam per hari, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” tutup Plt Kadis DLHK Pekanbaru.

 

Dengan penataan ini, DLHK Pekanbaru berharap kebersihan kota dapat lebih terjaga secara merata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas para petugas kebersihan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga wajah kota. (Mirza)