Jakarta, PilarbangsaNews
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Todotua Pasaribu minta LKBN Antara berkolaborasi dengan kementeriannya.
“Saya apresiasi gelar Antara Business Forum (ABF) bertemu para stakeholder ekonomi dan pebisnis dalam menyatukan visi menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen. Untuk mencapai 8 persen, kita butuh investasi Rp13 ribu triliun dalam 5 tahun kedepan,” ujar Todotua Pasaribu, Rabu (19/11/2025) di Hotel Westin Jakarta.
Pelaku bisnis dan ekonomi dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI sangat optimis, apalagi melihat grafik naik dari investasi serta hilirisasi.
“Dari green light Bapak Presiden terkait hilirisasi, pertumbuhan ekonomi sangat dimanjakan dengan hilirisasi sampai kuartal 3 sudah Rp300 triliun lebih dari hilirisasi ini,” ujar Todotua Pasaribu.
ABF 2025, merupakan kolaborasi pasti menuju pertumbuhan ekononi berkelanjutan. “Sekaligus ABF memperkuat peran Indonesia di pentas regional dan internasional, menuju transformasi ekonomi Indonesia,” ujar Dirut LKBN Antara Akhmad Munir saat mengantarkan ABF 2025.
ABF sudah digelar 4 kali berturut-turut, mulai dari Semarang, Surabaya dan Medan. “Tahun ini kita gelar di Jakarta, ditengah gelora menuju ekonomi Indonesia 8 persen,” ujar Akhmad Munir.
Dewas LKBN Antara Adrian Tuswandi yang jadi peserta ABF 2025 mengakui kegiatan sangat positif. “Luar biasa, apalagi pembicaranya yang punya tangan pengambil kebijakan dalam memantapkan Indonesia di pentas ekonomi global, ada Wamen Investasi dan Hilirisasi dan CIO Danantara,” ujar Adrian di sela-sela ABF.
Selain itu dampak ABF harus menjalar ke banyak daerah yang pertumbuhan ekonominya merosot karena miskin investasi dan peredaran uang yang sedikit, diperparah pemangkasan dana pusat ke daerah. (Gilang)










