Web Hosting
Web Hosting
Berita

BIM Perkuat Kordinasi Keamanan, Fokus Alur Airport Contingency Plan dan Landside Security

17
×

BIM Perkuat Kordinasi Keamanan, Fokus Alur Airport Contingency Plan dan Landside Security

Sebarkan artikel ini

Padang Pariaman, PilarbangsaNews

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menggelar Pertemuan Komite Keamanan Bandara (Airport Security Committee/ASC) Ke-2 Tahun 2026 yang dihadiri oleh seluruh komunitas bandar udara, instansi pemerintah, aparat keamanan, operator penerbangan, ground handling, serta para pemangku kepentingan lainnya yang beroperasi di lingkungan Bandara Internasional Minangkabau.

 

 

Pertemuan ini merupakan forum koordinasi strategis yang bertujuan memperkuat sinergi antar stakeholder dalam menjaga keamanan penerbangan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman, serta memastikan kelancaran operasional bandar udara sesuai ketentuan keamanan penerbangan nasional dan standar internasional.

 

Komite Keamanan Bandara merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Program Keamanan Bandar Udara dan menjadi wadah koordinasi antar instansi dalam penerapan langkah-langkah pengamanan penerbangan.

 

Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada alur koordinasi Airport Contingency Plan (ACP) dan Penguatan pengendalian keamanan sisi dadat (Landside Security), yang menjadi aspek penting dalam menghadapi dinamika operasional bandar udara saat ini.

 

Airport Contingency Plan merupakan mekanisme penanganan kondisi darurat maupun gangguan keamanan yang memerlukan koordinasi cepat dan terpadu antar instansi terkait. Melalui pembahasan ini, seluruh stakeholder menyamakan persepsi mengenai peran, tanggung jawab, jalur komunikasi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi situasi kontingensi yang berpotensi mengganggu keamanan dan kelancaran operasional bandara. Praktik terbaik keamanan penerbangan juga menekankan pentingnya pengujian dan koordinasi rencana kontingensi secara berkala untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait.

 

Selain itu, forum juga membahas penguatan pengendalian keamanan area sisi darat (landside security) yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pengelolaan keamanan bandar udara. Area landside merupakan titik interaksi awal pengguna jasa dengan bandar udara sehingga memerlukan pengawasan yang efektif melalui peningkatan patroli keamanan, pengendalian akses kendaraan dan orang, pengawasan area publik, penguatan deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan, serta optimalisasi koordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait. Aspek pengamanan akses, patroli, pengendalian area publik, dan perlindungan fasilitas bandar udara merupakan bagian penting dari program keamanan bandar udara.

 

General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau Doni Subardono menyampaikan bahwa keamanan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komunitas bandar udara.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama semua, Melalui pertemuan Komite Keamanan Bandara ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme koordinasi dan respons terhadap berbagai kondisi yang dapat memengaruhi keamanan penerbangan. Sinergi, komunikasi yang efektif, dan budaya keamanan yang kuat merupakan kunci dalam menjaga Bandara Internasional Minangkabau tetap aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” kata Doni Subardono.

 

Pertemuan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program keamanan selama semester pertama tahun 2026, identifikasi potensi kerawanan, serta penyusunan langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh anggota komunitas bandar udara.

 

Berbagai bandara internasional di Indonesia secara rutin melaksanakan forum Komite Keamanan Bandar Udara sebagai sarana evaluasi, koordinasi, dan peningkatan kewaspadaan keamanan penerbangan.

 

Sebagai bagian dari ekosistem InJourney Airports, Bandara Internasional Minangkabau terus berkomitmen menghadirkan operasional bandar udara yang mengedepankan aspek Safety, Security, Service, dan Compliance guna mewujudkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkelas dunia bagi seluruh pengguna jasa. (Gilang)