Pekanbaru, PilarbangsaNews
Semangat solidaritas dan kepedulian sosial dalam mendonorkan darah mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pekanbaru yang bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru.
Kegiatan donor darah massal yang berlangsung sejak tanggal 3 hingga 5 November 2025 di Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Serai, Purna MTQ, berhasil menarik ratusan pendonor dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum.
Ketua PMI Kota Pekanbaru, Dr. Abdul Jamal M.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi warga melihat antusiasme para pendonor yang telah ambil bagian untuk menyumbangkan darahnya.
“Alhamdulillah di hari pertama kami mengumpulkan sekitar 70 kantong darah, hari kedua 59, dan hari ketiga membludak hingga lebih dari 250 orang pendonor. Aksi sosial ini tidak hanya sebagai amal kemanusiaan, tetapi juga untuk menjaga kesehatan diri,” ungkap Abdul Jamal, Rabu (5/11/2025).
Ia pun menambahkan, darah yang terkumpul tidak hanya digunakan bagi warga Pekanbaru, tetapi untuk memenuhi kebutuhan darah di 31 rumah sakit di Kota Pekanbaru.
“Setiap hari, rata-rata kita membutuhkan 250 hingga 300 kantong darah. Dengan adanya kegiatan seperti ini, maka stok darah di PMI dapat lebih stabil dan tidak bergantung pada sistem darah pengganti dari keluarga pasien,” ujar Abdul Jamal.
“Permintaan darah paling tinggi memang di RSUD Arifin Achmad karena statusnya sebagai rumah sakit rujukan. Tapi kami tidak membedakan siapa pun penerimanya, dari manapun asalnya. Semua mendapatkan hak yang sama,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Abdul Jamal mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan solidaritas sosial.
“Mari kita jadikan donor darah sebagai kebiasaan, bukan hanya kegiatan sosial tetapi setetes darah kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain dan itu amal yang tak ternilai. Donor darah itu ibarat arisan kebaikan. Saat kita sehat, kita mendonor saat kita sakit, ada orang lain yang menolong kita,” tutupnya. (Mirza)













