Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pesisir Selatan, belasan orang mahasiswa menggeruduk Kantor Bupati Pesisir Selatan, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka melakukan aksi damai, menyampaikan orasi dan tuntutan melalui bentangan spanduk.
Harapan besar disampaikan, aspirasi disuarakan. Sambil membakar ban bekas, mahasiswa menyampaikan orasi di depan halaman Kantor Bupati Pesisir Selatan dengan pengawalan jajaran Polres Pessel dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan.
Ada lima hal point yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Pesisir Selatan. Pertama, mendesak Bupati Pesisir Selatan memberikan kepastian keterangan terkait program Bupati-Wakil Bupati selama menjabat.
Kedua, sudah 1 tahun 2 bulan kerja Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, namun tidak terlihat perubahan yang signifikan di Pesisir Selatan.
Ketiga, janji-janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat belum ada yang terealisasi. Karena itu, Bupati dan Wakil Bupati untuk serius membangun daerah.

Aksi damai Aliansi Mahasiswa Pesisir Selatan di halaman Kantor Bupati.
Keempat, jalan dan jembatan masih banyak yang rusak. Fasilitas di tempat wisata banyak yang rusak, padahal katanya wisata merupakan program unggulan Kabupaten Pesisir Selatan.
Kelima, terkait progran unggulan yang pro rakyat, yaitu Nagari Kanyang, Nagari Pandai, Nagari Mengaji, Nagari Sehat dan Nagari Sejahtera, segera wujudkan dan jangan jadi wacana saja.
“Kami mahasiswa Pesisir Selatan yang mempertanyakan Progul Bupati dan Wakil Bupati dikarenakan masih banyaknya kejadian asusila yang di lakukan anak di bawah umur, pengguna narkoba merajalela dan kegiatan hiburan malam masih sering terjadi,” kata perwakilan mahasiswa, Muhammad Rifai.
Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Sekda Pesisir Selatan Zainal Arifin dan Kepala OPD menyambut peserta aksi dan menemui mahasiswa. Kemudian mereka duduk bersama.
Wabup Risnaldi mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa, karena mahasiswa adalah sebagai pemberi kritik terhadap kinerja pemerintahan supaya pemerintahan bisa berjalan dengan baik.
Ia menjelaskan, bahwa 1 tahun 2 bulan adalah waktu yang relatif singkat untuk menuntaskan seluruh program, terlebih dengan kondisi APBD yang terbatas dan adanya refocusing anggaran pasca Bencana serta beban belanja pegawai PPPK.
Mengenai isu asusila, narkoba dan hiburan malam, Pemda tidak pernah menutup mata. Dan, ini menjadi tanggung jawab bersama dan Pemda sudah meminta Satpol PP, Polres, TNI serta tokoh adat/ninik mamak untuk meningkatkan pengawasan.
Secara tertib, aksi damai berakhir pukul 18.30 WIB. Begitu aksi selesai dan seluruh mahasiswa meninggalkan Kantor Bupati Pessel. (ori)












