Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Rencana aksi damai ratusan tenaga kesehatan (Nakes) yang dirumahkan Pemkab Pesisir Selatan sejak 15 April 2026, urung digelar. Aksi tersebut berubah dengan pertemuan tatap muka dengan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni di rumah dinas, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan antara tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni didampingi Sekda Zainal Arifin, Kadis Kesehatan, Kadis BKSDM Pessel dan Kaban Kesbangpol.
Alisiansi Tenaga Kesehatan Honorer yang dirumahkan ini menuntut lima point.
Pertama, bermohon bisa kembali bekerja di instansi masing-masing. Kedua, Nakes tidak menuntut gaji. Ketiga, ketika nanti ada lagi peluang jadi P3K dan P3K Paruh Waktu maka prioritaskan Nakes yang memenuhi syarat.
Keempat, Nakes menuntut dipekerjakan kembali karena daerah lain tidak ada yang merumakan Nakes dan tenaga honorer yang belum diangkat jadi P3K, dan P3K paruh waktu. Dan, kelima Nakes bermohon didata kembali dan diusulkan menjadi P3K dan P3K Paruh Waktu seperti daerah lain.

Ratusan tenaga kesehatan yang dirumahkan di depan rumah dinas bupati Pessel
Diwakili enam orang tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan, mereka melakukan pertemuan dengan Bupati Pesisir Selatan. Sementara ratusan Nakes lainnya menunggu di halaman rumah dinas bupati.
Usai pertemuan bersama Bupati Pesisir Selatan, Ketua Alisiansi Tenaga Kesehatan Honorer yang dirumahkan Revilla Nova Amin, SKM pada media mengatakan, apa menjadi tuntutan Tenaga Kesehatan Honorer yang dirumahkan telah diakomodir dan disetujui oleh Bupati Pesisir Selatan, yaitu mengembalikan tenaga kesehatan yang dirumahkan kembali ke istansi masing-masing.
“Pemda Pessel melalui Dinkes akan mengeluarkan surat ke masing-masing istansi agar kami kembali bekerja. Jumlah tenaga kesehatan yang dirumahkan yaitu 120 orang. Kami tidak membahas gaji, yang penting tuntutan kami bisa kembali bekerja di instansi masing-masing sudah bisa akomodir. Kami sudah berterima kasih,” kata Revilla Nova Amin, SKM.
Tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan menyambut positif keputusan itu dan berterima kasih kepada Bupati Pesisir Selatan yang telah mengambil kebijakan dengan memperbolehkan tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan masuk kembali ke istansi masing-masing.
Usai pertemuan siang itu, Alisiansi Tenaga Kesehatan Honorer yang dirumahkan membubarkan diri dengan wajah sumringah. (ori)











