Web Hosting
Web Hosting
Berita

Agri Youth Talks 2025, Sumbar Bertekad Lahirkan Petani Milenial untuk Dukung Ketahanan Pangan 

178
×

Agri Youth Talks 2025, Sumbar Bertekad Lahirkan Petani Milenial untuk Dukung Ketahanan Pangan 

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

 

 

Agri Youth Talks 2025 digelar pada Kamis, 18 September 2025 di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat. Acara ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.

 

Fokus acara ini adalah sinergi pemerintah, Perguruan Tinggi, dunia usaha dan generasi muda dalam mewujudkan swasembada jagung dan pertanian modern di Sumatera Barat.

 

Agri Youth Talk dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI H. Rahmat Saleh, S.Farm, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kapolda Sumbar diwakili Karo SDM, Kombes Pol Riyadi Nugroho, S.I.K., Rektor Universitas Andalas diwakili Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.Si., Rektor Universitas Ekasakti Prof. Dr. Sufarma Marsidin, M.Pd., Rektor Universitas Taman Siswa Padang, Prof. Dr. Ir. Irfan Suliansyah, MS., Direktur Utama Mekar Pandu Aditya Kristy, Direktur Utama Paten Mekar Tani Ari Irpendi Putra, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI Kuseryansyah, Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia, Founder & CEO FiO Technology George Chu, Kadis Pertanian, Kadis Pendidikan Sumatera Barat, para dekan, dosen, akademisi, mahasiswa dan undangan lainnya.

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan MoU antara Pemprov Sumbar dengan Paten Mekar Tani dan Mekar ini merupakan bentuk sinergi bersama dalam peningkatan dan pengembangan sektor pertanian.

 

Pemprov Sumbar mendorong optimalisasi lahan tidur untuk meningkatkan produksi pertanian, termasuk jagung.

 

“Kehadiran mahasiswa membuktikan bahwa generasi muda siap menjadikan pertanian sebagai sektor modern, produktif, dan menjanjikan. Tantangan pertanian ke depan meliputi perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan dinamika pasar global membutuhkan petani muda yang cerdas, menguasai literasi finansial, digitalisasi, dan manajemen usaha. Youth Agripreneurs adalah kunci menciptakan pertanian berdaya saing dan mendukung ketahanan pangan,” kata Gubernur Mahyeldi.

 

Data BPS 2024 bahwa produksi jagung Sumbar mencapai 742.492 ton dari luas panen sekitar 83.918 hektar. Ini artinya produktivitas rata-rata 61,76 kuintal/ha. Sementara kebutuhan jagung daerah lebih kurang 2,4 juta ton/tahun dan produksi lokal baru memenuhi sekitar 40% kebutuhan.

 

Sumbar telah melahirkan banyak duta petani milenial dan andalan. Melalui forum Agri Youth Talks ini diharapkan menjadi wadah lahirnya petani muda yang berdaya saing global.

 

CEO PT Mekar Investama Teknologi, Pandu Aditia Kristi, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pada Juli lalu telah dimulai pembukaan lahan tidur yang sudah 35 tahun tidak digarap, dan kini mulai ditanami jagung seluas 300 hektare di Lubuk Alung.

 

Kedepan, program ini akan diperluas ke wilayah lain di Sumatera Barat. Hal ini menjadi momentum penting untuk bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan di Sumatera Barat. (adpsb)