Web Hosting
Web Hosting
Berita

SMK Telkom Gelar Pelepasan Kelulusan Murid Kelas XII Angkatan ke-22

427
×

SMK Telkom Gelar Pelepasan Kelulusan Murid Kelas XII Angkatan ke-22

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews 

 

 

Di tengah semangat kesederhanaan yang dikedepankan pemerintah dalam setiap perayaan pendidikan, SMK Telkom tetap menjadikan momen perpisahan sebagai ajang penuh makna dan kenangan yang tidak terlupakan.

 

Tahun ini, angkatan ke-22 siswa-siswi SMK Telkom resmi melepas masa belajar mereka dalam sebuah acara perpisahan yang digelar secara khidmat di gedung milik sekolah sendiri—yang megahnya disebut-sebut setara dengan hotel berbintang.

 

“Perpisahan bukan sekadar seremoni, tapi jejak emosional dan kenangan yang akan melekat sepanjang hayat. Ini adalah penghormatan terakhir sekolah kepada anak-anak yang telah belajar dan tumbuh bersama kami selama tiga tahun,” ujar Kepala SMK Telkom M.Faisal.

 

Tahun ini, sekitar 340 siswa resmi menamatkan pendidikan mereka di SMK Telkom. Yang membanggakan, hampir 50 persen dari mereka telah terserap ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

 

Ini membuktikan bahwa SMK Telkom bukan hanya mencetak lulusan, tapi juga mencetak insan siap kerja yang berdaya saing tinggi.

 

“Kita berharap, anak-anak yang telah memiliki komitmen untuk membangun kemandiriannya bisa terus melangkah mantap. Sementara yang memilih melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan, kami doakan sukses di jalan masing-masing,” lanjutnya.

 

Menurut pihak sekolah, makna perpisahan sejatinya sederhana saat datang dan pergi, momen anak melepas seragam, dan untuk terakhir kalinya menatap ruang kelas tempat mereka ditempa bukan hanya secara akademis, tetapi juga karakter.

 

Sekolah meyakini bahwa memori ini tidak boleh terputus begitu saja, sebuah kenangan yang kelak akan menjadi cerita indah tentang masa muda.

 

“Sebagai pendidik, kami tidak ingin memutus tali kenangan itu. SMK Telkom adalah bagian dari perjalanan hidup mereka, dan kami ingin mereka selalu bangga dengan almamaternya,” jelas M.Faisal.

 

Orang tua siswa pun menyambut positif acara ini. Banyak dari mereka mengungkapkan rasa bangga karena perpisahan anak-anak mereka digelar di gedung milik sekolah sendiri.

 

“Sebuah kebanggaan tersendiri, mengingat tahun-tahun sebelumnya perpisahan diselenggarakan di tempat sewaan. Meski begitu, pihak sekolah menyadari bahwa dalam proses pendidikan selama tiga tahun, tidak semuanya berjalan sempurna. Kami atas nama pihak Sekolah dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa atas segala kekurangan,” ujar Kepala SMK Telkom Pekanbaru.

 

“Kami berupaya menjadi lembaga pendidikan yang terus tumbuh dan memperbaiki diri. Untuk itu, kami membuka diri terhadap masukan dan dukungan dari para orang tua demi kebaikan almamater ini di masa mendatang,” tutupnya.

 

Dengan penuh rasa syukur dan harapan, perpisahan ini bukan akhir, melainkan gerbang menuju fase kehidupan baru bagi para lulusan.

 

SMK Telkom pun kembali meneguhkan komitmennya menjadi rumah kedua bagi generasi muda yang ingin melangkah jauh, tanpa melupakan dari mana mereka berasal.

 

Sementara itu dari perwakilan wali murid kelas XII, Edi Gunawan orang tua dari M.Raihan Gunawan mengatakan kegiatan ini merupakan momen perdana untuk semuanya. “Semoga ini menjadi awal yang baik, dan kedepan, perpisahan seperti ini bisa semakin bermakna,” ujar Edi Gunawan.

 

Ia menambahkan, meskipun SMK Telkom dikenal sebagai jalur pendidikan yang mengarah langsung ke dunia kerja, banyak harapan dari para wali murid agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

“Kami tahu banyak yang ingin langsung bekerja. Tapi kami berharap, kalau memungkinkan, anak-anak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Agar ilmu yang sudah mereka terima bisa semakin berkembang dan bermanfaat,” ucap Edi penuh harap.

 

“Saya ucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh majelis guru atas pendidikan dan dedikasi yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga ilmu yang mereka peroleh bisa diterapkan, baik di bangku kuliah maupun di dunia kerja,” tutupnya.

 

Perpisahan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah batu loncatan menuju masa depan. Di tengah rasa haru, terselip keyakinan bahwa generasi muda ini akan melangkah maju, membawa bekal ilmu, nilai, dan semangat dari sekolah yang telah membentuk mereka. (Mirza)