Padang Panjang, PilarbangsaNews
Para staf dari 16 Kelurahan Kota Padang Panjang bisa berperan menjadi ujung tombak informasi dan diseminasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program unggulan Pemko Padang Panjang.
“Karena itu perlu pembekalan kepada para staf kelurahan untuk dapat memhami teknis dasar pembuatan berita, narasi konten dan konten video di media sosial,” kata Kadis Kominfo yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo Padang Panjang, Dr. Elmawati ketika membuka workshop singkat tentang penulisan dan audio visual untuk staf kelurahan se Kota Padang Panjang, Kamis (23/4/2026) di aula Diskominfo.
Menurutnya, hampir seluruhnya dari 33 Progul Pemko Padang Panjang berada di kelurahan. Karena itu patut dan dapat diyakini bahwa semua kelurahan berpotensi melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi tentang bagaimana Progul Progul itu dilaksanakan di keluarahannya.
Menurut Kabid IKP Diskominfo Padang Panjang Maryulis Max, kegiatan ini dalam rangka memberi kesempatan kepada aparatur kelurahan untuk menguasai teknis penulisan dan pembuatan konten Medsos yang dapat mendorong tersebarnya berbagai kegiatan yang berhubungan dengan Progul Pemko.
Dua narasumber yang memberikan materi dalam acara itu adalah wartawan senior Eko Yanche Edrie dan Defri Mulyadi.
Eko Yance, Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Barat menyebutkan bahwa pendekatan jurnalisme warga akan sangat cocok tugas-tugas aparat kelurahan ini.
“Daripada postingan yang tidak bermanfaat, maka setiap aparat kelurahan yang ditunjuk menggawangi Medsos kelurahan lebih bagus membuat akun Medsos itu menjadi media yang berguna bagi masyarakat luas dan untuk mendukung semua Progul Pemko yang ada di tiap kelurahan,” ujar Eko Yance Edrie, wartawan penerima Press Card Number One PWI Pusat itu.
Dengan pelatihan ini pula, secara akumulatif tingkat ketersebaran informasi tentang Progul Padang Panjang bisa menjadi lebih tinggi dan luas. “Sebagian beban diseminasi informasi kota yang ada di Diskominfo maupun di Bagian Adpim bisa terbagi kepada 16 kelurahan dan 2 kecamatan,” ujar dia.
Sementara itu Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar Defri Mulyadi dalam paparannya mengatakan bahwa dengan teknologi, semua bentuk informasi, konten dan penyebarannya tidak lagi menjadi hal yang mahal.
“Cukup dengan Ponsel saja, staf kelurahan bisa menjadi konten kreator bahkan bisa menjadi presenter untuk kanal-kanal Youtube Pemko Padang Panjang,” kata Defri yang akrab disapa Imung ini.
Imung juga mengatakan bahwa pada sebagian orang memiliki ponsel canggih dan mahal hanya digunakan untuk sekedar telepon dan buka Youtube atau Whatsapp. “Padahal Ponsel canggih itu memilik banyak fitur yang dapat membantu berbagai keperluan produksi, pencarian, pembuatan dan penyebaran konten informasi,” ujar Imung.
Ia menyarankan semua aparat kelurahan yang ditugasi menjalankan fungsi humas kelurahan jangan membuat ponselnya jadi mubazir. Gunakan semua fitur untuk keperluan produksi konten yang bagus dan tepat serta canggih.
Dalam dua sesi presentasi dari dua pemateri itu peserta kemudian mendiskusikan bersama lalu membuat tugas kelompok yang diarahkan oleh kedua pemateri itu. (Rel)













