Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Harapan untuk berdirinya Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di Kabupaten Pesisir Selatan disampaikan sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pesisir Selatan dan mantan Ketua KNPI Kabupaten Pesisir Selatan.
Dari data yang ada, hampir 70 % pelaku penyalagunaan Narkoba didominasi kalangan remaja. Sisanya usia dewasa. Karena itu, permasalahan Narkoba menjadi momok yang ditakuti dapat merusak generasi muda.
Harapan berdirinya BNK di Kabupaten Pesisir Selatan disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Pesisir Selatan Djusrifatul Awaliyah S.
“Penegakan hukum pemberantasan Narkoba di Kabupaten Pesisir Selatan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab dari pihak kepolisian. Ini butuh peran aktif dan keseriusan dari Pemda Pesisir Selatan untuk bersinergi ikut dalam pemberantasan penyalagunaan Narkoba,” ujar Djusrifatul Awaliyah S.
Ia mengatakan, keberadaan BNK penting sekali dan menjadi solusi dalam mendukung penegakan hukum dan pencegahan. Karena itu harapannya kepada Pemda Pessel agar serius untuk mendirikan BNK.
Sementara itu mantan Ketua KNPI Pesisir Selatan H. Arif Yumardi mengatakan, BNK adalah organisasi vertikal, yang mana keberadaan BNK sangatlah positif guna mendukung tugas kepolisian dalam penegakan hukum dibidang pemberantasan Narkoba.
“Selain penegakan hukum, BNK menjadi wadah untuk melakukan pembinaan dan pencegahan. Jadi saya sangat mendukung keberadaan BNK di Pessel,” kata H Arif Yumardi, yang juga Sekretaris Gapensi Pesisir Selatan.
Harapan yang sama disampaikan Doni Putra, Ketua MPC Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Pesisir Selatan periode 2023-2028, yang sangat mendukung pendirian BNK di Kabupaten Pesisir Selatan. (ori)













