Web Hosting
Web Hosting
Berita

Memilih Duta Bank Nagari Tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK: Strategi Kekinian Biar Gen Z Melek Finansial

220
×

Memilih Duta Bank Nagari Tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK: Strategi Kekinian Biar Gen Z Melek Finansial

Sebarkan artikel ini

Oleh Gilang Gardhiolla Gusvero (Wartawan PilarbangsaNews.Id)

 

 

Jika Bank Nagari diibaratkan sebagai bintang, maka dia adalah bintang senior yang sudah 63 tahun menerangi langit ekonomi Sumatera Barat. Masalahnya, bintang ini memang bersinar terang di kalangan generasi lama, tetapi masih redup di mata milenial dan Gen Z. Kok bisa?

 

Mari kita mundur sejenak ke 12 Maret 1962, saat Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat lahir. Kini lebih dikenal sebagai Bank Nagari, bank ini sejak awal punya misi mulia: mendukung perekonomian daerah. Dari zaman celengan ayam sampai era dompet digital, Bank Nagari terus beradaptasi agar tetap eksis di tengah persaingan perbankan yang makin ketat. Slogannya juga keren, “Bersama Membina Citra dan Membangun Negeri.” Tapi kalau dipikir-pikir, membangun negeri tanpa melibatkan generasi muda tentu tidak lenkap. Anak muda adalah penerus bangsa, fondasi untuk masa depan. Ibarat membangun rumah tanpa fondasi —risikonya bisa ambruk!

 

Generasi muda ini, kalau diibaratkan panggung teater, merekalah aktor utama yang akan menentukan jalannya cerita. Sayangnya, banyak dari mereka masih hanya jadi figuran —padahal, tanpa mereka, pertunjukan pembangunan bakal terasa hambar. Faktanya, generasi muda bukan cuma penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga bahan bakar utama dalam mesin pembangunan daerah. Dengan semangat membara, kreativitas tanpa batas, dan penguasaan teknologi yang bikin generasi sebelumnya geleng-geleng kepala, anak muda berpotensi mengubah wajah daerah menjadi lebih maju dan modern.

 

Di era digital ini, perubahan bisa terjadi hanya dengan sekali klik. Anak muda yang akrab dengan media sosial dan teknologi digital bisa menjadi penggerak inovasi daerah. Bayangkan kalau sistem layanan publik bisa sekeren aplikasi ojek daring, atau potensi daerah dipromosikan dengan strategi pemasaran sehebat iklan produk kekinian. Dengan sentuhan kreativitas dan teknologi, daerah yang dulu kurang dikenal bisa tiba-tiba viral dalam semalam!

 

Lalu, jangan salah sangka —generasi muda bukan hanya jago belanja dan nongkrong di kafe estetik. Banyak di antara mereka yang punya jiwa wirausaha tinggi. Mereka menciptakan lapangan kerja baru lewat UMKM dan industri kreatif, sekaligus membawa produk lokal naik kelas ke pasar nasional dan internasional. Siapa sangka batik khas daerah atau kopi lokal bisa mendunia berkat strategi pemasaran digital ala anak muda?

 

Selain di bidang ekonomi, anak muda juga punya peran besar dalam perubahan sosial. Mereka aktif dalam berbagai gerakan, mulai dari kampanye lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga advokasi pendidikan. Dengan semangat dan energi yang tak kenal lelah, mereka mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

 

Jangan kira anak muda hanya sibuk mengikuti tren luar negeri. Banyak di antara mereka juga peduli terhadap budaya lokal. Dengan menggabungkan unsur tradisional dan sentuhan modern, mereka menjaga budaya daerah tetap hidup dan relevan. Mulai dari festival seni hingga konten kreatif di media sosial, generasi muda punya cara unik untuk mengenalkan budaya daerah ke dunia luar.

 

Tapi sehebat apa pun potensi mereka, anak muda tetap butuh dukungan. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat harus memberikan ruang agar mereka bisa berkembang dan berkontribusi lebih maksimal. Lewat pendidikan, pelatihan, dan akses ke sumber daya, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan dan membawa daerah menuju masa depan yang lebih cerah.

 

Namun, di tengah besarnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah di Sumatera Barat, ada satu hal yang masih menjadi tantangan: sejauh mana keterlibatan generasi muda dalam sektor perbankan lokal, khususnya Bank Nagari. Meski bank ini punya sejarah panjang dan kontribusi besar terhadap perekonomian Sumatera Barat, harus diakui gaungnya di kalangan milenial dan Gen Z masih terasa samar. Bukan karena layanannya kurang baik, tetapi karena cara pendekatannya yang belum cukup menarik bagi anak muda.

 

Coba tanya anak muda, lebih kenal produk-produk Bank Nagari atau coffee shop estetik terbaru? Pasti jawabannya yang kedua! Masalahnya, informasi tentang Bank Nagari sering kali hanya beredar di kalangan yang sudah berpaham, orang-orang yang berumur di atas 40-an tahun saja. Sedangkan anak muda yang lebih akrab dengan bahasa gaul dan konten kreatif sering terlewatkan.

 

Memilih Duta Bank Nagari

Selain itu, saat informasi tentang Bank Nagari tersedia, penyampaiannya sering kali terlalu formal dan teknis. Padahal, anak muda lebih suka konten ringan, interaktif, dan kalau bisa, dibumbui sedikit humor biar nggak ngantuk. Jadi, daripada terus-terusan mengandalkan cara lama, bagaimana kalau anak muda justru diajak terlibat langsung dalam mempromosikan Bank Nagari? Nah, disinilah muncul ide memilih Duta Bank Nagari di sekolah, terutama di tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK di Provinsi Sumatera Barat.

 

Dengan dukungan dana CSR (Corporate Social Responsibility), maka Bank Nagari bisa berperan dalam edukasi perbankan kepada siswa SMP/MTS dan SMA/SMK untuk memilih Duta Bank Nagari ini melalui kegiatan Gebyar Gerakan Menabung di Sekolah. Pada tahap awal dilaksanakan di kabupaten/kota dengan dua tingkat pendidikan, yaitu SMP/MTS dan SMA/SMK. Penyelenggaraannya dilakukan di sekolah yang terpilih pada hari Sabtu untuk tingkat SMP/MTS dan hari Minggu untuk tingkat SMA/SMK. Sehingga kedua tingkat sekolah ini bias terakomodir dan tidak mengganggu proses belajar mengajar. Akan lebih seru lagi kalau kegiatan ini dapat pula diawali dengan Jalan Sehat Berhadiah Tabungan.

 

Setiap sekolah dapat mengutus peserta aktif sebanyak lima orang untuk mengikuti kegiatan Gebyar Gerakan Menabung di Sekolah ini. Sedangkan siswa lainnya dihimbau datang beramai-ramai karena kegiatan ini juga menghadirkan kegiatan hiburan berupa panggung terbuka. Ada penyanyi, stand-up komedi dan aneka dooprize yang berhadiah tabungan bagi para pengunjung dalam Gebyar Gerakan Menabung di Sekolah ini.

 

Rangkaian kegiatan pokoknya adalah ajakan Gerakan Menabung di sekolah-sekolah dengan menghadirkan motivator yang piawai, sosialisasi produk-produk Bank Nagari, lomba video pendek ajakan Gerakan Menabung, hingga pelayanan pembukaan tabungan di Bank Nagari bagi yang belum atau menabung bagi yang sudah memiliki rekening Bank Nagari. Puncaknya adalah Pemilihan Duta Bank Nagari, yang merupakan akumulasi penilaian dari rangkaian kegiatan tersebut. Peserta aktif yang diutus sekolah mendapat penilaian dari tim, dengan eleme penilaian mulai dari performance, kepribadian, kemampuan komunikasi, keaktifan dalam kegiatan, hingga kegemarannya dalam menabung.

 

Hasil akhir dari Gebyar Gerakan Menabung ini adalah terpilihnya Duta Bank Nagari yang dinobatkan sebagai “band ambassador” Bank Nagari. Hadiahnya adalah berupa tabungan dari Bank Nagari dan aneka pernak-pernik yang berlogo Bank Nagari sebagai modal untuk sosialisasi bagi Duta Bank Nagari.

 

Di setiap kabupaten/kota terdapat dua orang Duta Bank Nagari, yaitu tingkat SMP/MTS dan tingkat SMA/SMK. Jika di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki 19 kabupaten/kota, maka jumlah Duta Bank Nagari sebanyak 38 orang, yang masing-masingnya mendapat pembinaan langsung dari Cabang Bank Nagari setempat.

 

Peran yang dapat dilakoni oleh Duta Bank Nagari ini adalah diikutkan dalam kegiatan-kegiatan open air dari Bank Nagari, terutama dalam kegiatan HUT atau penarikan undian Tabungan Sikoci yang dilaksanakan secara periodik. Hadir bersama-sama dengan Bank Nagari dalam kegiatan sosial tingkat kabupaten untuk menunjukkan kepedulian dari Duta Bank Nagari ini, misalnya dalam memberikan bantuan bencana alam, kunjungan ke Panti Asuhan dan penyerahan bantuan untuk keluarga miskin.

 

Sebagai “brand ambassador” Bank Nagari, maka Duta Bank Nagari SMP/MTS dan SMA/SMK ini tidak sekadar duta yang hanya untuk gaya-gayaan. Tetapi mereka harus mendapatkan pula pembekalan dari Bank Nagari Pusat agak 1-2 hari, sehingga Duta Bank Nagari ini bisa berperan sebagai agen perubahan yang benar-benar menginspirasi anak-anak muda dalam berbagai kegiatan, antara lain :

 

* Edukasi Keuangan di Sekolah – Mengadakan seminar dan workshop asyik tentang pentingnya menabung dan cara mengelola uang agar tidak cepat ludes.

* Promosi Digital – Menggunakan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk membuat konten menarik seputar layanan Bank Nagari.

* Kolaborasi dengan Komunitas – Terlibat dalam berbagai acara seru seperti festival kreatif, kompetisi bisnis berbasis UMKM, atau lomba digital marketing.

* Penyambung Aspirasi – Mengumpulkan saran dan masukan dari anak muda tentang layanan perbankan yang mereka butuhkan.

 

Periodesasi Duta Bank Nagari ini berlaku selama satu tahun, dan pada akhir periode dilakukan pemilihan kembali dengan pola yang sama yaitu mengadakan Geyar Gerakan Menabung di Sekolah. Waktu penyelenggaraannya mungkin diselaraskan dengan rangkaian kegiatan HUT Bank Nagari, atau sebagai kegiatan mandiri yang dibiayai dengan dukungan dana CSR untuk edukasi perbankan bagi generasi muda.

 

Duta Bank Nagari ini adalah salah satu gagasan yang kiranya bisa membantu Bank Nagari memanfaatkan segmen anak muda sebagai market potensial. Salah satu bentuk strategi kekinian agar Gen Z bias melek finansial. Selain itu gagasan ini adalah misi mulia memberikan edukasi perbankan kepada generasi muda,yaitu membudayakan hidup menabung untuk mewujudkan; hemat pangkal kaya. Sehingga di masa dewasa atau tua, masyarakat memiliki kekebasan finansial untuk menjalani hidup yang bahagia.

 

Kita yakin, dengan kepemimpinan Bank Nagari Pusat saat ini yang dipegang oleh rata-rata berusia muda dibawah Gusti Candra Cs, maka ide-ide kekinian pasti mendapat tempat dihati mereka. Konsepnya adalah mempertahankan nasabah mapan dan para ASN, tetapi tetap merangkul milenial atau Gen Z sebagai potensial market yang luar biasa. Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan memilih Duta Bank Nagari. Sehingga Bank Nagari menjadi milik dan kebanggaan seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat. (*)

 

*) Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis HUT ke-63 Bank Nagari tahun 2025.