Web Hosting
Web Hosting
Berita

SMAN 8 Pekanbaru Sambut Positif Edukasi Psikologis Siswa, Program Jelajah AnRi 2025

265
×

SMAN 8 Pekanbaru Sambut Positif Edukasi Psikologis Siswa, Program Jelajah AnRi 2025

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang sehat dan berdaya saing.

 

 

Melalui program Jelajah Anak Riau (AnRi) 2025 yang bertemakan ‘sekolahku dan temanku adalah tempat aman untuk belajar, pengembangan minat, bakat dan berinovasi menuju Indonesia emas 2045’ dengan melakukan kunjungan edukatif ke SMAN 8 Pekanbaru, Rabu (17/12/25).

 

Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris I TP PKK Provinsi Riau, Ana Hartini Ropaniputri, SE, MM, dan menjadi kunjungan ke-12 di SMAN 8 Pekanbaru sejak program tersebut diluncurkan. Fokus utama kegiatan adalah edukasi kesehatan mental remaja serta sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

 

Ana Hartini menjelaskan, program Jelajah Anak Riau merupakan upaya strategis TP PKK Provinsi Riau dalam menjangkau langsung pelajar tingkat SMA yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

 

“Kunjungan ini adalah bagian dari program Jelajah Anak Riau. Kami dari TP PKK Provinsi Riau bersama tim dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Provinsi Riau hadir untuk memberikan edukasi kepada remaja tentang pentingnya kesehatan mental dan pencegahan kekerasan di sekolah,” ujar Ana.

 

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK menghadirkan tim psikolog profesional untuk membuka ruang dialog yang aman bagi para siswa. Para pelajar diberikan kesempatan bertanya dan berbagi tentang berbagai persoalan psikologis yang mereka hadapi, sekaligus mendapatkan pemahaman tentang cara menjaga kesehatan mental sejak dini.

 

Menurut Ana, kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi emas Indonesia 2045. Ia menegaskan bahwa luka mental sering kali tidak terlihat secara kasat mata, namun dampaknya bisa jauh lebih panjang dibandingkan luka fisik.

 

“Kalau luka fisik, kita bisa langsung obati. Tapi luka mental, jika tidak digali dan ditangani sejak awal, bisa terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Inilah pentingnya pencegahan dan penanganan dini,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, remaja dengan masalah kesehatan mental kerap menunjukkan perubahan perilaku, seperti menjadi pendiam, tertutup, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Jika tidak mendapat perhatian, kondisi tersebut dapat menghambat potensi mereka di masa depan.

 

“Anak-anak yang hebat pasti memiliki jiwa yang sehat. Itu yang kami kejar. Sekolah bukan hanya tempat belajar dan berinovasi, tetapi juga tempat tumbuh dan berkembang bersama teman sebaya dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bebas perundungan,” tutup Ana Hartini.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Sulismayati, S.Si., M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan edukasi yang digelar oleh Tim Penggerak PKK bekerja sama dengan BAZNAS, Forum Anak, serta Ikatan Psikolog Klinis Indonesia.

 

Kegiatan yang menyasar para siswa SMAN 8 Pekanbaru ini bertujuan memberikan edukasi psikologis serta penguatan karakter bagi generasi muda dan menjadi langkah strategis dalam mendukung kesehatan mental dan perkembangan emosional peserta didik.

 

“Kami dari SMAN 8 Pekanbaru sangat mendukung dan menyambut positif seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh TP PKK bekerja sama dengan BAZNAS, Forum Anak, serta narasumber dari Ikatan Psikologi Klinis. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa,” ujar Sulismayati.

 

Ia menilai, kehadiran tenaga profesional di bidang psikologi memberikan dampak signifikan bagi siswa dalam memahami diri, mengelola emosi, serta menghadapi tantangan akademik maupun sosial di lingkungan sekolah.

 

Lebih lanjut, Sulismayati berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti di SMAN 8 Pekanbaru, tetapi dapat berlanjut dan diperluas ke seluruh sekolah menengah atas di Provinsi Riau.

 

“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berlanjut dan tidak hanya dilaksanakan di SMAN 8 Pekanbaru, tetapi juga menjangkau seluruh SMA di Provinsi Riau,” tutup Sulismayati.

 

Melalui program Jelajah Anak Riau 2025, TP PKK Provinsi Riau berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan mental di lingkungan pendidikan, sekaligus menciptakan sekolah yang ramah anak, inklusif, dan bebas kekerasan. (Mirza)