Pekanbaru, PilarbangsaNews
Siswa-siswi SD Juara Pekanbaru menampilkan pentas kreasi English and Art Performance bertema “Melayu Around the World.” pada Sabtu, 22 November 2025.
Kegiatan yang memadukan seni, budaya, dan penguasaan bahasa Inggris ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch.
Dalam sambutannya, Wawako menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru menilai langkah SD Juara menghadirkan kegiatan kreatif dan inspiratif seperti ini sebagai sebuah kontribusi penting bagi masa depan generasi muda kota itu.
“Saya mengapresiasi SD Juara Pekanbaru yang terus menghadirkan kegiatan-kegiatan inspiratif. Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk tampil, mencoba berani, dan bermimpi lebih tinggi,” ujar Markarius.
Panggung Seni yang Menumbuhkan Keberanian
Markarius menekankan bahwa acara tersebut bukan sekadar pertunjukan seni. Menurutnya, inilah ruang tempat keberanian, kreativitas, dan potensi anak-anak lahir serta berkembang.
“Ini lebih dari sekadar pertunjukan. Ini adalah simbol bahwa anak-anak Pekanbaru mampu melangkah ke dunia global tanpa kehilangan akar budayanya,” sebut Wawako didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Pekanbaru, Syafrian Tommy.
“Tema Melayu Around the World ini dinilai menjadi jembatan antara identitas lokal dan wawasan internasional. Melalui konsep ini, siswa tidak hanya mengenal budaya Melayu, tetapi juga belajar menempatkan diri dalam konteks global,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Markarius juga menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi generasi muda. Ia menyampaikan bahwa bahasa Inggris bukan lagi kemampuan tambahan, melainkan kebutuhan di era modern.
“Menguasai bahasa Inggris adalah kebutuhan, bukan lagi pilihan. Bahasa Inggris membuka jendela dunia. Dengan kemampuan ini, anak-anak bisa mengenal budaya lain sambil tetap menjaga marwah diri dan kampung halaman,” tutup Wakil Wali Kota Pekanbaru.
Kepala SD Juara Pekanbaru, Suriksodi Saputro, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata pertunjukan rutin, tetapi bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan kompetensi masa depan bagi para siswa.
“Kedepan tantangan anak-anak akan berbeda. Mereka tidak hanya harus mampu memecahkan masalah, tetapi juga mampu berkolaborasi. Momen seperti ini menjadi sarana mereka berlatih bekerja sama, mempersiapkan penampilan, dan menggabungkan apa yang selama ini mereka pelajari,” tutup Suriksodi singkat. (Mirza)













