Padang, PilarbangsaNews
Universitas Dharma Andalas (Unidha) resmi memulai wawancara seleksi calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026 dibuka secara langsung oleh Rektor Unidha Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS di Aula Universitas Dharma Andalas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Unidha dalam memastikan proses seleksi berlangsung secara objektif, transparan, dan tepat sasaran, sehingga bantuan pendidikan dari pemerintah dapat diterima oleh calon mahasiswa benar-benar memenuhi persyaratan.
Rektor dalam kata sambutannya menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan program strategis pemerintah untuk memberikan kesempatan sama kepada seluruh anak bangsa dalam mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala oleh kondisi ekonomi.
Oleh karena itu, Unidha berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program tersebut melalui proses seleksi akuntabel dan berorientasi pada pemerataan akses pendidikan.
Di hadapan ratusan peserta wawancara, Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS juga memperkenalkan berbagai keunggulan Unidha sebagai perguruan tinggi terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa Unidha merupakan kampus binaan Universitas Andalas dengan proses pembelajaran turut didukung oleh dosen-dosen Universitas Andalas sarat dengan pengalaman, sehingga kualitas akademik yang diterima mahasiswa semakin terjamin katanya.
Selain itu, Rektor menegaskan komitmen Unidha dalam memberikan kemudahan akses pendidikan melalui berbagai kebijakan berpihak kepada mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa baru tidak dikenakan pungutan uang pembangunan, tidak dipungut uang pangkal, tidak dikenakan biaya jaket almamater, serta tidak dipungut biaya Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus terjangkau bagi masyarakat.
Rektor Unidha Prof. Dr. Novesar juga menjelaskan bahwa bagi calon mahasiswa yang mengikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Unidha memberikan pengakuan kredit akademik secara maksimal sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengakuan atas pengalaman belajar maupun pengalaman kerja dimiliki sehingga masa studi menjadi lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan memperoleh KIP Kuliah dengan sebaik-baiknya.
Unidha berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui program KIP Kuliah, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
Di Unidha, kami terus menghadirkan berbagai kemudahan bagi mahasiswa, mulai dari tidak adanya pungutan uang pembangunan, uang pangkal, biaya jaket, hingga biaya PKKMB. Kami berharap para penerima KIP Kuliah nantinya mampu belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, serta menjadi lulusan berintegritas dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan dunia kerja.
Rektor juga menjelaskan bahwa bagi calon mahasiswa yang mengikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Unidha memberikan pengakuan kredit akademik secara maksimal sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengakuan atas pengalaman belajar maupun pengalaman kerja yang dimiliki sehingga masa studi menjadi lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan memperoleh KIP Kuliah dengan sebaik-baiknya.
“Unidha berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui program KIP Kuliah, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Di Unidha, kami terus menghadirkan berbagai kemudahan bagi mahasiswa, mulai dari tidak adanya pungutan uang pembangunan, uang pangkal, biaya jaket, hingga biaya PKKMB. Kami berharap para penerima KIP Kuliah nantinya mampu belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, serta menjadi lulusan yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” kata Rektor.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS juga memberikan perhatian khusus kepada calon mahasiswa yang berstatus yatim piatu. Menurutnya, Unidha memiliki kepedulian besar terhadap mereka yang memiliki semangat melanjutkan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.
Maka Oleh sebab itu, universitas akan berupaya memberikan pendampingan dan mencarikan solusi pembiayaan pendidikan bagi calon mahasiswa yatim piatu yang belum berhasil lolos sebagai penerima KIP Kuliah.
“Kami memiliki komitmen untuk tidak membiarkan anak-anak memiliki semangat belajar kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan ekonomi. Terlebih bagi calon mahasiswa berstatus yatim, piatu, Apabila nantinya mereka belum dinyatakan lolos sebagai penerima KIP Kuliah, Unidha akan berupaya membantu melalui berbagai skema bantuan dan kebijakan dimiliki universitas agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak bangsa yang berhenti bermimpi hanya karena persoalan biaya,” kata Rektor Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS.
Pelaksanaan wawancara dilakukan oleh tim seleksi yang telah ditunjuk Unidha dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan transparansi. Selain melakukan verifikasi administrasi, tim juga menggali informasi mengenai kondisi ekonomi keluarga, motivasi melanjutkan pendidikan, serta kesiapan akademik calon mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.
Melalui penyelenggaraan wawancara KIP Kuliah Tahun 2026, Unidha kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga berkomitmen menghadirkan akses pendidikan tinggi berkualitas, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Zul)















