Web Hosting
Web Hosting
Berita

Terdampak Banjir, Ketua DPRD Darmansyah Anggarkan Pembangunan Lapangan Sepakbola Rp100 Juta di Limau Purut

×

Terdampak Banjir, Ketua DPRD Darmansyah Anggarkan Pembangunan Lapangan Sepakbola Rp100 Juta di Limau Purut

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Lapangan sepakbola yang berada di Kampung Panadah, Nagari Limau Purut, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, pasca terdampak banjir, kini tidak bisa lagi digunakan. Karena itu, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Darmansyah, S.IP. akan menganggarkan Rp100 juta pada tahun 2027 untuk pembangunan permanen lapangan sepakbola.

 

 

“Tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Fasilitas olahraga yang terdampak bencana juga menjadi perhatian pemerintah daerah setempat,” tegas Darmansyah saat mendampingi kunjungan lapangan Bupati Hendrajoni, Sabtu (17/10/2026).

 

Disampaikanya, sebelum pembangunan dilakukan, lapangan tersebut untuk sementara waktu akan direlokasi. Rencana pembangunan lapangan sepakbola itu harus didukung kesiapan lahan dan kelengkapan dokumen kepemilikan agar penggunaan anggaran daerah memiliki dasar administrasi dan legalitas yang jelas.

 

Pernyataan tersebut menjadi perhatian ditengah upaya pemulihan wilayah Tapan setelah diterjang banjir dan tanah longsor. Kerusakan fasilitas umum menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya menyentuh rumah warga dan akses transportasi, tetapi juga sarana yang selama ini menjadi ruang aktivitas dan kebersamaan masyarakat.

 

Rencana penganggaran Rp100 juta pada APBD tahun 2027 diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan kembali lapangan sepakbola yang layak digunakan. Meski demikian, kesiapan lahan dan kelengkapan dokumen menjadi tahapan penting yang perlu diselesaikan agar rencana tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan penggunaan keuangan daerah.

 

Di sisi lain, penanganan dampak bencana di Tapan masih menghadapi sejumlah pekerjaan mendesak. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di wilayah terdampak, sementara sejumlah rumah mengalami kerusakan berat dan pelayanan air bersih belum sepenuhnya pulih. (ori)