Web Hosting
Web Hosting
Berita

Bencana Banjir di Dua Kecamatan, Pemda Pessel Tetapkan Status Tanggap Darurat

×

Bencana Banjir di Dua Kecamatan, Pemda Pessel Tetapkan Status Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim mengumumkan status Tanggap Darurat selama 20 hari kedepan atas bencana banjir di dua kecamatan yaitu Kec. Basa Ampek Hulu Tapan dan Kec. Ranah Ampek Hulu Tapan.

 

 

Keputusan itu diambil setelah Wabup melakukan peninjauan lapangan dan dilanjutkan dengan rapat gabungan yang dilaksanakan di Kantor Camat Basa Ampek Balai Tapan, Minggu (11/10/2026).

 

Rapat gabungan yang dipimpin Wabup Risnaldi Ibrahim, diikuti Ketua DPRD Pessel Darmansyah, Kapolres diwakili Kapolsek Tapan Iptu Usman Kamal, SH.,MH., Kepala BPBD Pessel, Camat dan Wali Nagari.

 

Setelah mendengarkan paparan OPD terkait, terutama BPBD dan Dinas Sosial, Wabup Risnaldi Ibrahim meminta seluruh OPD bersinergi melakukan percepatan penanganan dan melaporkan data yang akurat pasca bencana.

 

Dalam rapat diputuskan Posko Induk Tanggap Darurat berada di BPBD Pessel, dan pendirian Posko Kesehatan di dua kecamatan, pendirian tiga dapur umum di dua kecamatan yaitu di Sungai Pinang, Kampung Tengah dan Limau Purut.

 

Rumah warga yang rusak diterjang banjir di Kec. Ranah Ampek Hulu Tapan

 

Kemudian segera wali nagari di dua kecamatan mengirimkan data lengkap kerusakan akibat banjir yaitu pertanian, peternakan dan perkebunan.

 

Dari Kodim 0311/Pessel dan Polres juga menyatakan dalam rapat gabungan akan menyiagakan personil masing-masing instansi sebanyak 30 personil untuk membantu masyarakat menangani pasca bencana.

 

Kepala BPBD Pessel Armen dihadapan Wabup, Ketua DPRD, Dandim, meminta Camat dan Wali Nagari agar menyampaikan data yang akurat terhadap warga yang menjadi korban banjir, kerusakan dan kerugian akibat bencana banjir ini kepada BPBD Pessel sesuai dengan by name by address.

 

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Ilham Rachmadsyah Putra, S.STP, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendirikan dapur umum, keperluan logistik, tenda dan personil. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Sumbar.

 

Kepala Dinas Kesehatan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Agustina Rahmadani, SST, MM. memastikan dinasnya telah turun ke lokasi sejak pasca kejadian bencana banjir.

 

Tim dari Dinkes telah memberikan obat diare kepada warga yang datang ke Posko Kesehatan dan akan mendistribusikan obat-obatan ke dua kecamatan yaitu 34 box obat untuk balita.

 

“Posko Kesehatan ini akan disiagakan selama 7 hari dan akan bisa bertambah, kita mengikuti petunjuk BPBD,” ungkap Agustina Rahmadani.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Pangan Andi Syafrinal juga telah melaporkan bencana banjir ini ke Provinsi Sumbar, agar bantuan beras di Bulog bisa dipergunakan pada masa tanggap darurat dan menunggu surat resmi dari Pemda Pessel.

 

Kapolsek BAB Tapan Iptu Usman Kamal, SH.,MH. mengatkan, jajaran Polsek BAB Tapan siap berkolaborasi bersama tim terpadu lainnya dalam rangka percepatan penanganan pasca bencana diwilayahnya.

 

Sementara itu Ketua DPRD Pessel Darmansyah yang mengikuti rapat gabungan itu berharap dalam penanganan percepatan pasca bencana dilibatkan seluruh stekholder.

 

“Camat dan Wali Nagari agar melakukan pendataan akurat dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak terjadi permasalahan di lapangan,” kata Ketua DPRD Pessel.

 

Bencana banjir di Kecamatan Basa Ampek Hulu Tapan dan Kec. Ranah Ampek Hulu Tapan melanda enam nagari yang terdampak bencana. Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti musholla, masjid, PAUD, sekolah dan lapangan sepakbola. (ori)