Web Hosting
Web Hosting
Berita

Strategi Pariwisata Indonesia Menjelang World Tourism Day Bersama Prof. Azril Azahari

297
×

Strategi Pariwisata Indonesia Menjelang World Tourism Day Bersama Prof. Azril Azahari

Sebarkan artikel ini

Oleh Ridwan Tulus, Direktur Green Tourism Institute

 

 

Ketika tanggal 8 Januari 2025 lalu saya meminta untuk dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan Azril Azahari guru besar yang saya kagumi ini, Alhamdulillah beliau langsung merespon dengan sangat positif dan menyanggupi untuk “Ngopi TOP” di Djournal Coffee Kuningan City siangnya. Karena paginya beliau harus rapat di Kementerian Pariwisata untuk merancang strategi pariwisata Indonesia kedepan dengan para expert lainnya. Ndeh. Saya begitu tersanjung karena ditengah kesibukan beliau yang sangat padat masih menyiapkan waktu buat saya.

 

Profesor Pariwisata Pertama di Indonesia.

Saya mendapat informasi tentang beliau ini awalnya dari seorang expert pariwisata Sumbar Dr. Sari Lenggogeni yang juga seorang akademisi dari Unand yang juga saya kagumi. Humble dan kami sering diskusi dan berbagi inspirasi. Dan Sari lah yang memperkenalkan saya dengan Prof. Azril Azahari, profesor pertama pariwisata di Indonesia. Karena menurut Sari saya sangat cocok untuk berdiskusi dengan beliau. Dan menurut Sari disamping Prof tersebut sangat humble dan senang berdiskusi dan berbagi gagasan dengan siapa saja.

 

Subhanallah walhamdulillah.. disaat pandemik, tiba – tiba saya mendapat telpon langsung dari seseorang yang belum tersimpan dimemori HP saya. Lucunya biasanya saya tidak menerima telepon asing tapi entah kenapa tiba-tiba saya menerimanya begitu saja.

 

Ternyata beliau Prof. Azril Azahari seseorang yang saya tunggu untuk dapat berdiskusi dan mendapat bimbingan darinya. Suatu penghormatan yang luar biasa!

 

Ridwan Tulus kreator pariwisata hijau

 

Satu jam lebih tidak terasa kami bicara via HP. Dan yang lebih luar biasa lagi tiba-tiba beliau meminta kesediaan saya untuk menjadi guest speaker dalam acara World Tourism Day yang diadakan oleh Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) dan PATA. Ndeh.. highly thanks Prof. Suatu penghormatan yang luar biasa buat saya.

 

Indonesia is a Green Tourism Destination!

Experience Learning in Minangkabau (ELM) ; adalah Life Experience Tourism sebuah ide dan gagasan pariwisata yang saya sampaikan pertama kali pada tahun 2000 di program Master Pengkajian Asia – Africa Kyoto University atas undangan Nippon Senin Kyokai-Jepang.

 

Dan baru pada tahun 2005 mantan Menteri Pariwisata Indonesia Bapak I Gede Ardike (Alm) yang tertarik dengan ide dan gagasan saya tersebut, langsung mengundang saya ke Jakarta untuk mendengar ide dan gagasan saya secara langsung. Dan beliau sangat antusias dengan ide dan gagasan saya tersebut. Akhirnya kami bertekat untuk menjadikan Indonesia sebagai Green Tourism Destination (protect the cultures, protect the natures, empower and bring benefit for local people and support conservation). Tapi karena beliau setelah itu tidak lagi menjadi menteri, maka program ini belum bisa diwujudkan.

 

Barulah pada tahun 2017, saat Bapak Arief Yahya jadi Menteri Pariwisata beliau mulai fokus tentang Green Tourism dan Geopark. Beliau sering mengundang saya untuk bicara tentang Green Tourism untuk para praktisi pariwisata seluruh Indonesia.

 

Tapi itulah kelemahan di negeri ini, ketika berganti menteri maka programpun berubah. Tidak suistanable!

 

Publikasi Ridwan Tulus 

 

Dan Alhamdulillah baru pada tahun 2020 ide dan gagasan Green Tourism tersebut direspon positif oleh professor pariwisata pertama di Indonesia ; Prof. Azril Azahari. Beliau juga ketua dari Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia.

 

Akhirnya beliau bersama presiden Pacific Asia Travel Association (PATA) mengundang saya khusus sebagai pembicara utama dalam acara World Tourism Day 2020. Materi yang saya berikan pada saat itu adalah “Green Tourism ; Prior – Current – Future”.

 

Quality Tourism Solusi Pariwisata Indonesia!

Alhamdulillah tepat pukul 10.00 WIB sesuai waktu yang kami sepakati, sayapun bertemu dengan guru besar yang sangat humble ini di Djournal Coffee Kuningan City. Dan luar biasanya beliau menerima ketika saya mereserve tempat smoking area supaya diskusi lebih santai dan inspirasi mengalir.

 

Sebelumnya beliau sudah mengirim pesan tentang pemikiran beliau bahwa ;

 

1. Telah terjadinya pergeseran paradigma pariwisata (termasuk perilaku pengunjung)
– Mass Tourism (<1980)
– Alternative Tourism (1980-2000)
– Quality Tourism (2000-2020)
– Crisis Pandemi Covid19 (2020-2022)
– Customized Tourism (>2023)

 

2. Saat ini sudah Customized Tourism yang berfokus pada Minat Khusus (Special Interest), Ketenangan Diri (Serenity), Inovasi (Science Technology in Tourism). Artinya pariwisata yang dibutuhkan adalah Minat Khusus berupa Green Tourism (green & blue healing), Health Tourism (khususnya Wellnes Tourism, Gastronomy Tourism)

 

Ridwan Tulus dengan aktifitas Green Tourism Institute 

 

Dua jam tidak terasa berjalan begitu saja. Banyak yang kami diskusikan khususnya mencari solusi Indonesia kedepan.

 

Dan Insya Allah beliau akan merangkum dan membuat sebuah tulisan tentang pertemuan kami dan semoga dari diskusi kami bisa memberi solusi. Dan semoga dengan Menteri Pariwisata yang baru kita bisa mewujudkan Indonesia sebagai Green Tourism Destination dan Menjadi Solusi Pariwisata Dunia! Amiin yaa rabbal alamin.

 

Terima kasih Prof. Azril Azahari atas kehormatan yang diberi dan waktu dua jam yang menginspirasi. Thanks for being a Green Friend of Indonesia! (*)