Web Hosting
Web Hosting
Berita

Journalist Journey Edisi 2 ke Alahan Panjang, Pesona Surga yang Jatuh di Ranah Minang 

416
×

Journalist Journey Edisi 2 ke Alahan Panjang, Pesona Surga yang Jatuh di Ranah Minang 

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Solok, PilarbangsaNews

 

 

Kawasan pegunungan tinggi di Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti dan Kecamatan Gunung Talang di Kabupaten Solok, belakangan ini tumbuh menjadi destinasi wisata yang terus dibanjiri pelancong. Luar biasa ramainya.

 

Sepanjang akhir pekan, jalur lalu-lintas dari Simpang Lubuk Selasih hingga ke Alahan Panjang sangat padat. “Saya kadang harus memutuskan tidak libur pada Sabtu Minggu itu karena sangat padat jadwal membawa wisatawan,” kata Adek (37), pengemudi bus pariwisata merek NekNan.

 

Menurut Adek, tidak saja rute Padang – Alahan Panjang saja yang padat dan makin menjadi gemuk belakangan ini tetapi juga rute Bukittinggi – Alahan Panjang juga demikian halnya.

 

Tim Journalist Journey edisi 2 bergaya di bibir Danau Diatas

 

Pengakuan Adek ini memang tidak bisa dibantah. Faktanya, sejak tiga tahun terakhir ini, Alahan Panjang yang kadang disebut wisatawan dengan ‘Alpen’ (meniru penggunungan Alpen di Eropa yang melintasi Prancis dan Swiss itu) memang menjadi destinasi menarik. Apalagi sejak itu bermunculan pula sejumlah resort, villa dan cottage maupun resto kekinian di kawasan itu.

 

Pesona alam danau kembar berhawa sejuk benar-benar membuat kawasan ini tidak saja menjadi kawasan wisata alam tetapi juga wisata kuliner. “Wah kopi Solok Rajo ini benar-benar tak beda dengan kopi di Aceh, saya senang,” tutur Azhari, salah seorang peserta Jambore Skuter pekan lalu, ia memang dari Aceh.

 

Menurut Azhari, kelak kawasan Alahan Panjang ini bisa menjadi kawasan kopi seperti halnya di Aceh pasca-tsunami 2004. Kawasan penghasil kopi dan tempat penyeruput kopi yang yahud.

 

Luar biasa indahnya Danau Dibawah 

 

Tumbuhnya sejumlah villa dan cottage serta resto di Alahan Panjang, sayangnya belum diimbangi dengan rencana induk kawasan maupun rencana detail. Jadi saat ini belum terpisah benar mana yang wisata alam, wisata kuliner dan wisata minat khusus.

 

Belum tertatanya kawasan Alahan Panjang diakui oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.HI. “Ya memang kita sedang menyiapkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah atau Ripparda, Insya Allah dalam waktu dekat kita launching menunggu disahkannya Ripparnas karena kita harus mengacu kepada Ripnas,” kata Wakil Bupati Candra ketika menjamu rombongan Journalist Journey edisi 2 di rumah dinasnya, Sabtu (6/9/2025).

 

Menurut Wabup Candra, kawasan Alahan Panjang itu apabila tidak dibuatkan rencana induknya, bisa-bisa nanti pembangunan atau pemanfaatan kawasannya sembarangan saja sehingga tidak mempertimbangkan kawasan itu sebagai daerah tangkapan air dan sebagainya.

 

Wabup Solok H. Candra bersama Tim Journalist Journey di rumah dinasnya 

 

“Penempatan bangunan bisa jadi sesuka hati yang empunya saja karena memang tidak ada panduannya yakni Ripparda itu, makanya sangat penting Ripparda Kabupaten Solok,” kata Candra yang selalu kompak seiring sejalan dengan Bupati Jon Firman Pandu.

 

Wabup Candra juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Journalist Journey edisi 2 yang mengunjungi Kabupaten Solok untuk mengekplor kawasan Alahan Panjang dan Danau  Singkarak sebagai destinasi unggulan di Sumatera Barat.

 

“Terimakasih sudah mampir dan melihat dari dekat destinasi dan keindahan Kabupaten Solok. Berikan masukan agar kami bisa terus berbenah,” kata Candra yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Solok Aida Herlina dan tokoh masyarakat Syamsul Azwar.

 

Tim Journalist Journey edisi 2 menikmati kesejukan kawasan kebun teh 

 

Journalist Journey adalah kegiatan sejumlah wartawan senior bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Barat. “Kali ini adalah Journalist Journey edisi 2 dan diikuti 16 orang wartawan, peneliti BRIN, pengusaha pengolah limbah medis. Kita tidak disponsori siapa-siapa, ini semata bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas liputan, jadi ini dibiayai secara patungan saja oleh kawan-kawan,” kata Gusfen Khairul, yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Perjalanan.

 

Antara lain dalam Journalist Journey edisi 2 ini Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, SH., wartawan senior Eko Yanche Edrie, Ajo Jayusdi Effendi, Ismet Fanani, Charles Zein, pengusaha limbah medis Kang Yusuful, peneliti BRIN Rita, konten kreator media Rizal Moenir, pengusaha kuliner Desi dan wartawati senior  Atviarni.

 

Dipilihnya kawasan Alahan Panjang Kabupaten Solok sebagai tujuan Journalist Journey edisi 2, karena memang sudah merupakan destinasi yang indah aduhai. “Keindahan Alahan Panjang karena view danau, cemara, perbukitan, areal kebun teh, kesejukan sambil ngopi atau memetik sayuran segar, betul-betul pesona surga yang jatuh ke Ranah Minang,” kata Gusfen Khairul, Sekretaris SMSI Provinsi Sumbar.

 

Gusfen Khairul mengatakan, bahwa perjalanan jurnalistik Journalist Journey yang digagas oleh Eko Yanche Edrie ini, akan dilanjutkan untuk edisi berikutnya dengan tema liputan dan destinasi yang berbeda pula. (gk)